Minggu, 18 Januari 2026

Baliho dan Iklan Liar Masih Marak di Batuaji dan Sagulung, Warga Minta Penertiban Karena Merusak Estetika

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Iklan yang dipasang di pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan utama di Batuaji. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Hingga kini, masih banyak baliho dan papan iklan yang dipasang di pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan utama di Batuaji dan Sagulung. Pemandangan ini menimbulkan kesan semrawut dan mengganggu estetika kota.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra telah berkomitmen untuk menertibkan masalah iklan liar di pinggir jalan.

Masyarakat Batuaji dan Sagulung berharap agar persoalan ini segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Selain merusak pemandangan, keberadaan papan iklan liar yang dipasang sembarangan juga dinilai dapat merusak pohon penghijauan. Banyak baliho yang dipaku atau diikat ke batang pohon, sehingga menghambat pertumbuhan dan mengurangi fungsi pohon sebagai peneduh alami.

Seorang warga Batuaji, Ummat, menyampaikan harapannya agar wilayah tersebut dapat tertata lebih baik. Menurutnya, saat ini Pemko Batam tengah berusaha melebarkan sejumlah ruas jalan di Batuaji dan Sagulung. Oleh karena itu, ia menilai langkah tersebut perlu didukung dengan penertiban iklan dan plakat liar di sepanjang jalan.

“Iklan liar ini harus ditertibkan agar kota kita lebih rapi dan nyaman dipandang. Apalagi, jalan-jalan utama sedang diperlebar, sehingga kalau masih ada papan iklan liar, kesannya tetap semrawut,” ujar Ummat.

Senada dengan Ummat, Lingga, warga Genta I Batuaji, juga meminta agar penertiban dilakukan secara menyeluruh dan merata. Menurutnya, iklan liar yang masih menjamur di pinggir jalan umumnya berisi promosi tempat usaha, lembaga pendidikan, serta berbagai iklan lainnya. Jika tidak segera ditindak, kondisi ini akan semakin parah dan sulit dikendalikan.

Sebagai informasi, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah menyoroti masalah reklame liar sebagai salah satu prioritas utama dalam program penataan kota. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam membangun Batam agar lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Untuk mendukung program tersebut, Amsakar juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bekerja dalam satu kendali kepemimpinan untuk menertibkan reklame liar. Ia menegaskan bahwa penertiban harus dilakukan secara tegas namun tetap memperhatikan prosedur yang berlaku.

Selain itu, Amsakar juga mengajak ketua RT dan RW di seluruh wilayah Batam, termasuk Batuaji dan Sagulung, untuk berperan aktif dalam menertibkan reklame liar. Ia meminta mereka memastikan tidak ada baliho yang sudah tidak layak dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Dengan dukungan semua pihak, kita bisa menciptakan kota yang lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi warga Batam,” kata Amsakar.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pemko Batam dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan estetis. Harapannya, dengan adanya penertiban iklan liar, wajah Kota Batam bisa semakin indah dan terorganisir, sejalan dengan program pembangunan yang sedang dijalankan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update