
batampos – Bangunan utama Masjid Agung Batam akan segera dibongkar dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam bersama PT Adhi Karya segera membahas proses dan teknis pembongkaran.
Kepala DCKTR Batam, Suhar, mengatakan, sebelum dibongkar akan ada pemaparan dari tim teknis yakni PT Adhi Karya, sebelum masuk tahap pembongkaran.
Beberapa barang yang ada di masjid juga harus terlebih dahulu dibereskan. Selain itu, ada juga kantor sekretariat yang harus dibereskan dan pindah sebelum pekerja melakukan pembongkaran.
Sejauh ini, masjid masih dipakai untuk ibadah. Warga yang ingin salat di masjid masih diperbolehkan.
”Masjid belum kami tutup. Karena besok (hari ini, red) kami akan rapat. Mereka (PT Adhi) Karya akan memaparkan teknis pembongkaran,” sebutnya.
Karena pengerjaan akan segera masuk tahap pembongkaran bangunan utama, tentu ada hal teknis yang harus didetailnya. Misalnya, tahap
pembongkaran dimulai dari mana, dan tentunya area sekitar juga harus bersih.
”Ketika itu berjalan, sudah dipastikan seluruh area bangunan utama akan ditutup menyeluruh. Besok (hari ini) kami akan dengarkan dulu penjelasan dari pemegang proyek,” bebernya.
Suhar menjelaskan, untuk utilitas bangunan masjid sementara masih dikebut untuk diselesaikan. Saat ini pemasangan aliran listrik tengah
dirampungkan. Setelah terpasang semua, termasuk tempat wudu, baru masjid difungsikan.
”Nanti untuk di luar juga akan dipasang tenda. hal ini untuk antisapasi kalau jumlah jemaah salat jumat mengalami peningkatan,” terangnya.
Ia berharap, tidak ada keterlambatan proses revitalisasi. Meskipun pembangunan masjid sementara sedikit mengalami keterlambatan dari jadwal.
”Kami berharap untuk tahap utama berjalan dengan lancar,” jelasnya.(*)
Reporter: Yulitavia



