
batampos – Hujan deras yang terjadi beberapa jam saja langsung merendam sejumlah jalan di Kota Batam, Senin (5/12/2022) siang. Ruas jalan yang ada di Legenda Malaka misalnya terendam genangan air terjadi ruas jalan setinggi lutut dewasa.
Beberapa titik genangan air setinggi lutut dewasa tersebut terjadi pada salah satu jalur yakni Jalan Raja Isa depan Halte Mega Legenda I.
Akibatnya, sejumlah pengendara terpaksa menggunakan jalur sebelahnya meski harus melawan arah. Kendati demikian, ada juga para pengendara yang nekat menerobos banjir tersebut.
Baca Juga: Banjir, Jalan Brigjen Katamso Lumpuh dan Perumahan di Tanjunguncang Terendam
Sejumlah kendaraan yang digunakan mogok di tengah-tengah banjir. Selain itu, arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut juga terganggu alias macet.
Salah seorang pengendara, Ahmad mengatakan, genangan air sudah mulai terjadi saat hujan deras mulai turun.
“Ini langganan memang,” sebutnya.
Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur, mengatakan, seperti biasa curah hujan sangat tinggi. Karena itu hanya beberapa jam saja, sudah terjadi genangan, jika ada gangguan di aliran air.
Baca Juga: Camat dan Pegawai Pemko Batam Diminta Siaga Bencana
“Hujan tidak merata. Karena itu banjir hanya terpusat di beberapa titik saja seperti Legenda, dan dekat Gereja Tabgha. Dan sudah ditangani juga. Namun hujan berhenti, air juga cepat surut. Intinya kalau penanganan kami cepat lakukan,” bebernya.
Di beberapa titik juga terdapat banyak sampah plastik, kayu, dan sampah berat lainnya. Hal ini juga menghambat aliran air.
Meskipun imbauan untuk tidak membuang sampah di drainase sudah sering dilakukan. Namun itu tidak mengubah perilaku warga yang suka membuang sampah tidak pada tempatnya.
“Ini setiap normalisasi selalu banyak sampai yang kami bersihkan. Kiriman sampah plastik dari hulu ke hilir, dan tersangkut di beberapa titik, sehingga membuat aliran air berbalik dan menggenangi permukiman warga, bahkan jalan,” bebernya.
Baca juga: Penyelam Barang Antik Asal Pulau Abang Tewas Tenggelam di Laut China Selatan
Beberapa lokasi yang bisa dijangkau langsung dilakukan normalisasi. Namun kendalanya beberapa lokasi alat berat tidak bisa masuk.
“Normalisasi parit itu yang bisa dilakukan langsung. Kalau tidak bisa dijangkau alat, tim langsung turun lakukan normalisasi manual,” ujarnya.(*)
Reporter: Yulitavia



