Rabu, 28 Januari 2026

Baru Sehari Diresmikan, Bus Trans Batam Sudah Bocor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Walikota Batam Amsakar Achmad saat naik ke dalam bus dan berdiri bergelantungan layaknya penumpang biasa usai meresmikan 13 unit Bus Trans Batam yang baru dioperasikan pada 30 April kemarin. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Sehari setelah diluncurkan, satu dari 13 unit Bus Trans Batam yang baru dioperasikan pada 30 April kemarin sudah mengalami kerusakan. AC bocor dan air menetes ke dalam kabin saat bus melaju di kawasan Tiban Kampung.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan publik soal mutu pengadaan dan pengawasan armada yang dikelola lewat skema Buy The Service (BTS).

Bus yang mengalami kerusakan itu berada di bawah tanggung jawab PT Bagong Dakaka Makmur, pihak ketiga penyedia layanan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim, mengakui kejadian tersebut dan menyebut perbaikan langsung dilakukan pada hari yang sama.

“Dari pool di Sekupang ke transfer poin aman, ke Tiban Kampung juga aman. Tapi kejadian itu pas tanjakan di Tiban Kampung. Setelah itu langsung dibawa kembali ke pool untuk diperbaiki,” katanya, Jumat (2/5).

Baca Juga: Dishub Anggarkan Rp8,5 Milar untuk Sewa Layanan 13 Bus Trans Batam Pola BTS

Namun, pernyataan bahwa perbaikan cepat dilakukan tidak serta-merta menghapus kekhawatiran masyarakat atas standar kualitas armada yang digunakan. Apalagi, bus tersebut baru sehari diresmikan, tapi sudah menunjukkan gejala teknis yang bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“Cuma satu unit dari 13 yang bermasalah. Perbaikan oleh pihak ketiga, dan pengawasan terhadap bus lain juga sudah dilakukan oleh pengawas kami,” kata Salim.

Dalam sistem BTS, Dishub Batam tidak membeli bus secara langsung, melainkan membayar berdasarkan jarak tempuh operasional yang dilayani. Bila ada armada yang tidak bisa beroperasi, maka pembayaran tidak akan dilakukan.

“Kita hanya sewa kilometer jamnya saja. Artinya kalaupun tidak bisa melayani satu hari, ya itu tidak akan kita bayar,” katanya.

Akan tetapi, sistem ini justru mengindikasikan lemahnya pengawasan teknis sejak awal. Dengan keluhan teknis muncul hanya sehari setelah peluncuran, publik berhak mempertanyakan apakah pengecekan kelayakan betul-betul dilakukan secara menyeluruh sebelum armada dioperasikan.

Skema BTS seharusnya menjamin layanan publik yang andal dan aman. Tetapi insiden bocornya AC ini menunjukkan persoalan kualitas tidak selesai hanya dengan sistem pembayaran baru atau seremoni peluncuran. Integritas pengadaan dan ketegasan pengawasan teknis tetap menjadi kunci. (*)

Reporter: Arjuna

Update