Jumat, 23 Januari 2026

Batam Bangun TPS Rp7 Miliar di Punggur, Target Beroperasi Awal 2026

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rencana pembangunan TPS di Pelabuhan Punggur.

batampos – Arus keluar masuk kendaraan logistik di Pelabuhan Punggur selama ini tak terpantau jelas. Tak adanya tempat pemeriksaan membuat potensi pendapatan daerah dari sektor logistik kerap bocor.

Untuk menekan kerugian itu, Tempat Penimbunan Sementara (TPS) akan dibangun di kawasan Telaga Punggur (seberang jalan masuk Pelabuhan Roro).

TPS itu direncanakan selesai dibangun Desember 2025 dan target beroperasi awal 2026.

Direktur Utama PT Persero Batam, Djoko Prasetyo mengatakan fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas satu hektare dengan total anggaran hampir Rp7 miliar.

Bangunan utama akan menempati area sekitar 3.000 meter persegi.

“Untuk daya tampung kendaraan diperkirakaan 200 unit,” ujar Djoko disela Groundbreaking di Telaga Punggur, Selasa (29/7) pagi.

Menurut dia, selama ini barang-barang keluar masuk dari Pelabuhan Punggur tidak terkontrol karena tidak adanya TPS. Yang mengakibatkan terjadinya kebocoran pendapatan daerah. “Ini membuat banyak potensi penerimaan daerah hilang,” sebutnya.

Dijelaskannya, Pembangunan TPS ini merupakan implementasi dari amanat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang telah disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2022. Saat itu, Pelabuhan Punggur disebut sebagai salah satu titik rawan kehilangan potensi pendapatan bagi Kota Batam.

“Karena itu kami membangun TPS ini agar semua aktivitas dapat diawasi. Pembangunan akan segera dilakukan dengan target selesai Desember 2025. Jadi Januari 2026 sudah bisa digunakan,” katanya.

Dijelaskannya, TPS ini akan dilengkapi sistem pengawasan terintegrasi. Setiap kendaraan logistik yang akan keluar masuk pelabuhan, khususnya truk ke arah pelabuhan roro, wajib melalui gate pemeriksaan dan jembatan timbang.

“Jadi setiap kendaraan yang datang dan pergi wajib masuk TPS terlebih dahuku. Nantinya barang-barang akan diperiksa di dalam, baik jenis maupun volumenya. Ini untuk menekan potensi kebocoran dan meningkatkan penerimaan daerah,” jelasnya.

Djoko berharap, dengan rampungnya pembangunan TPS ini, Kota Batam memiliki sistem logistik yang lebih tertib dan akuntabel. “Yang terpenting adalah mencegah kebocoran dan meningkatkan penerimaan untuk pembangunan daerah,” ujarnya.

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Aweng Kurniawan, menyambut baik langkah Persero Batam yang dinilai sebagai terobosan penting dalam penguatan sistem distribusi barang dan peningkatan PAD.

“Ini langkah luar biasa. Kami mendukung penuh agar Batam semakin tertib, modern, dan transparan dalam pengelolaan logistik. DPRD akan terus mengawasi agar tujuan pembangunannya tercapai,” kata Aweng.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Zainal Arifin menyatakan komitmennya untuk turut menjaga keamanan dan pengawasan di area TPS. Polresta akan menempatkan dua personel tetap di lokasi tersebut.

“Kehadiran personel Polri untuk memastikan tidak ada celah penyalahgunaan dan kebocoran dalam proses distribusi barang di TPS Punggur,” tegasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update