batampos – Berbeda dengan bacth/kelompok 1 yang umumnya diikuti para pelajar dan mahasiswa, pada program Batam Creator Academy Batch 2 yang resmi digelar Minggu (12/11), diikuti kalangan umum dengan latar belakang yang berbeda-beda. Seperti dokter, wartawan, guru, pelaku UMKM, penggiat media sosial hingga ibu rumah tangga.
Mereka akan mengikuti pelatihan digital selama lima kali pertemuan, teori dan praktik. Tersedia lima kelas yang diminati peserta, antara lain content creator 1 (menulis, videografi, fotografi), content creator 2 (host, public speaking), kelas menulis dan desain grafis. Pelatihan gelombang kedua dari program yang diinisiasi oleh yayasan Socrates Talk Indonesia ini, juga dihadiri sejumlah tokoh. Seperti anggota DPD RI, Haripinto Tanuwidjaja, anggota DPRD Kepri Asmin Patros dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Qurniadi. Pembukaan ini juga dihadiri seluruh instruktur/ mentor Batam Creator Academy.
Selain latar belakang yang beragam, yang juga menarik dari para peserta program Batam Creator Academy Batch 2 ini adalah tentang usianya. Di antara peserta ada yang berumur 60 tahun, mau memasuki usia pensiun. Ada yang di semester akhir kuliah dan mau memasuki dunia kerja.
”Tetap belajar semangat. Jangan mau kalah sama anak muda,” ujar Haripinto.

Para peserta pelatihan Batam Creator Academy Batch 2 foto bersama seluruh instruktur Batam Creator Academy dan tamu undangan, Minggu (12/11).
Sebagai bentuk dukungan, senator asal Kepulauan Riau yang sudah dua periode ini, juga memberikan beasiswa untuk lima peserta dalam pelatihan batch 2 ini.
Dukungan serupa juga disampaikan anggota DPRD Kepri, Asmin Patros. Ia berharap, apa yang dipelajari para peserta, khususnya tentang produksi konten, bisa mengangkat Batam dan Kepri umumnya, menjadi lebih baik lagi. Ia juga berencana mengirimkan peserta untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini.
Antusias di rentang Usia yang Berbeda
Di antara peserta umum ini, ada yang sudah menjalani aktivitas produksi konten video dan mengunggahnya ke you-tube secara rutin. Seperti dr Pingkan Fredita Kristina Sinolungan Sp.Rad.
Berawal dari hobi traveling ke luar negeri dan suka mendokumentasikan perjalanan, dokter ahli radiologi di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam ini rutin membuat konten-konten video menarik. ”Agar hasilnya lebih bagus dan profesional, makanya saya belajar lagi di kelas ini. Sebentar lagi saya mau pensiun, ada kebiasaan baru ini. Saya akan fokus membuat konten yang saya sukai,’’ ujar dr Pingkan antusias.
Yusril Koto, seorang aktivis di Kota Batam yang dikenal sering mengkritisi pemerintah lewat akun media sosialnya, juga ikut tergabung sebagai peserta di gelombang ini.
Ia mengaku belajar di Batam Creator Academy untuk memperbaiki kualitas kontennya sehingga lebih diminati orang. Termasuk belajar cara meng-hindari delik atau aduan akibat konten yang dibuat seperti pencemaran nama baik, UU ITE, dan lainnya.
”Saya pernah diadukan ke kepolisian akibat konten yang saya buat. Dengan belajar lagi, saya berharap konten-konten yang saya buat tidak dipermasalahkan secara hukum,” ujarnya.
Konten Video Diminati, Ramai-ramai Studi Banding ke Batam
Sekretaris Dinas Pendidikan kota Batam, Qurniadi yang hadir dalam pembukaan pelatihan gelombang kedua Batam Creator Academy ini, menyebut, konten-konten positif tentang Batam, sangat mendukung cit-ra Batam sekaligus Kepri di mata publik.
Berdirinya Batam Creator Academy merupakan langkah positif yang menurutnya perlu terus didukung banyak pihak. Pemerintah kota Batam melalui dinas Pendidikan, sebelumnya juga telah menggagas event pelatihan kreatif secara massal bertajuk Batam Digital Camp yang telah terselenggara sebanyak dua kali. Kegiatan itu bekerja sama dengan para instruktur di lembaga Batam Creator Academy.
”Sudah banyak konten digital yang dibuat sekolah dan pelajar Batam setelah diadakan pelatihan digital tersebut. Hasilnya bagus dan ditonton oleh guru dan pelajar daerah lain, bahkan negara tetangga Malaysia,’’ ungkap Qurniadi.
Atas perkembangan dan capaian tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada Batam Creator Academy yang ikut memberikan sumbangsih pendidikan digital kepada pelajar dan dunia pendidikan di kota Batam. (*)
Reporter : YASHINTA



