Kamis, 8 Januari 2026

Batam Didera Influenza, Ribuan Warga Terinfeksi di Dua Pekan Terakhir

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi anak demam. (jpg)

batampos – Kasus influenza di Kota Batam meningkat tajam dalam dua minggu terakhir. Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinas Kesehatan Kota Batam, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) naik dari 2.924 kasus pada minggu ke 41 menjadi 3.305 kasus pada minggu ke 42

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, mengatakan peningkatan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemantauan dilakukan secara rutin melalui sistem pelaporan SKDR yang mencatat penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Batam.

“Kasus-kasus yang berpotensi KLB terus kami pantau melalui SKDR. Dalam dua minggu terakhir memang terlihat peningkatan cukup signifikan pada kasus ISPA,” ujar Melda saat dihubungi Batam Pos, Selasa (28/10) pagi.

BACA JUGA: Influenza Merebak di Malaysia, Dinkes Batam Minta Warga Tetap Waspada

Dari catatan Dinkes, hingga minggu ke-42 tercatat 3.305 pasien mengalami gejala influenza di berbagai wilayah Batam. Kasus terbanyak ditemukan di Tanjung Buntung dengan kelompok usia dewasa, yakni 19 hingga 59 tahun, sebagai kelompok paling banyak terinfeksi.

Melda menjelaskan, gejala yang banyak dikeluhkan warga antara lain demam, batuk kering, dan muntah-muntah. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Kementerian Kesehatan mengenai jenis influenza yang sedang beredar.

“Belum ada keterangan rinci dari Kemenkes apakah ini termasuk influenza tipe A atau tidak,” jelasnya.

Dinkes Batam tetap melakukan pemantauan rutin setiap minggu. Selain melalui SKDR, laporan juga dapat masuk secara langsung melalui Alert Dinkes Batam atau Laporan EBS Surveilans jika ditemukan lonjakan kasus di lapangan.

Meski jumlah kasus meningkat, Dinkes Batam meminta masyarakat untuk tidak panik. Melda menegaskan, masyarakat cukup waspada dengan menjaga pola hidup sehat dan mengikuti protokol dasar pencegahan penyakit.

“Jika sedang sakit, sebaiknya istirahat di rumah dan berobat ke puskesmas terdekat. Gunakan masker bila perlu, agar tidak menularkan ke orang lain,” imbau Melda.

Ia menambahkan, hingga kini Dinkes belum mengeluarkan surat edaran atau imbauan resmi, lantaran masih menunggu arahan dari pemerintah provinsi dan Kementerian Kesehatan. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar langkah penanganan yang diambil bisa tepat,” ujarnya.

Melda juga mengingatkan masyarakat untuk tidak termakan isu atau hoaks yang beredar di media sosial. Ia mengimbau agar warga tetap menjaga kesehatan, mencuci tangan secara rutin, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Jangan panik, jangan percaya kabar yang belum jelas. Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan influenza,” kata dia. (*)

Reporter: M. Sya’ban

Update