
batampos – Kota Batam saat ini diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras selama dua hari terakhir. Meski begitu, kondisi drainase di sejumlah titik dinyatakan masih dalam kategori aman.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA), Wan Taufik. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada laporan genangan di jalan-jalan utama.
“Memang terjadi hujan dengan durasi yang lama, bahkan seharian. Namun, intensitasnya masih tergolong rendah hingga sedang, sehingga kondisi drainase di jalan umum masih cukup aman,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (11/1).
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Batam, Pemko Siapkan Respons Cepat untuk Situasi Darurat
Ia menyebut, timnya saat ini sedang melaksanakan normalisasi di simpang Kepri Mall. Langkah ini diambil untuk memastikan aliran air tetap lancar, terutama mengantisipasi curah hujan yang terus meningkat.
“Kami fokus di beberapa titik strategis, seperti di simpang Kepri Mall,” kata Taufik.
Sementara itu, alat berat yang dimiliki oleh dinas sebagian dialihkan untuk mendukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Meski jalan umum relatif aman, genangan sempat terjadi di kawasan Perumahan Ameria 2, Nongsa. Genangan tersebut disebabkan oleh sumbatan pada gorong-gorong di wilayah itu. Berkat intervensi menggunakan alat berat dari pihak pengembang perumahan, sumbatan tersebut berhasil diatasi.
Baca Juga: Jalan Tenggiri Makin Membahayakan, Lubang Tertutup Air Saat Hujan
“Setelah dilakukan penanganan dengan alat berat, genangan air di perumahan itu sudah surut. Ini juga menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan saluran air secara rutin, terutama di kawasan perumahan,” kata dia.
Taufik menambahkan, curah hujan yang lebih tinggi memang menjadi tantangan tersendiri bagi sistem drainase di Batam. Namun, sejauh ini pihaknya optimis bahwa infrastruktur yang ada mampu mengantisipasi potensi banjir.
Selain normalisasi saluran, DBM-SDA juga terus memantau kondisi di berbagai titik rawan banjir, terutama di area pemukiman dan wilayah dengan sistem drainase yang belum optimal. (*)
Reporter: Arjuna



