Kamis, 12 Februari 2026

Batam Jadi Daerah Ekspedisi Investigasi Megathrust, BMKG Hang Nadim Minta Masyarakat Tidak Panik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi

batampos – Teror gempa megathrust menjadi momok menakutkan pemicu tsunami dahsyat dari Pulau Sumatera hingga Sulawesi. Karena itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai mempersiapkan ekspedisi investigasi fenomena kegempaan yang ada pada zona megathrust di Indonesia.

Investigasi fenomena kegempaan ke zona megathrust ini dilaksanakan dalam rangka penelitian dan pendataan yang dilakukan oleh BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Masing-masing zona megathrust yang akan diteliti mulai dari Subduksi Sunda, Subduksi Banda, Subduksi Sulawesi, Subduksi Lempeng Laut Filipina, Lempeng Laut Maluku, Subduksi Utara Papua, akan dijelajahi dalam misi ini

Rangkaian ekspedisi direncanakan mulai di Batam, Kepulauan Riau dengan melewati beberapa kota di Indonesia hingga berakhir di Bitung, Sulawesi Utara. Para periset Tanah Air tak cuma meneliti fenomena kegempaan saja, tapi ekspedisi tersebut juga dilakukan untuk mengamati fenomena interaksi udara dan laut di perairan Indonesia.


Baca Juga: Kapolda Kepri Hadiri Pelantikan PSNB Indonesia, Ini Pesannya

Koordinator BMKG Hang Nadim Batam, Suratman tak menampik adanya ekspedisi tersebut. Hal itu dalam rangka penelitian terhadap ancaman bencana gempa Megatrust di beberapa wilayah Indonesia.

“Sebatas ekspedisi dalam rangka penelitian terlebih dahulu,” ujar Suratman kemarin.

Namun ia berharap masyarakat yang sudah mengetahui informasi tersebut tidak terlalu panik. Karena itu masih berupa tahapan studi.

“Masih tahapan studi, meski potensi tetap ada. Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” ucap Suratman.

Baca Juga: 4 Kasus Bunuh Diri Hebohkan Batam dalam Sepekan

Dijelaskannya, wilayah Kepri secara geografis jauh dari sumber gempa. Sehingga bencana alam tersebut kecil kemungkinan terjadi di Kepri.

“Insyallah Kepri bebas dari gempa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update