
batampos – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali mendapatkan tambahan 8.000 blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
“Alhamdulillah, kita dapat tambahan 8.000 blangko,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Batam Heryanto melalui Kabid Pelayanan pendaftaran Penduduk, Disdukcapil Kota Batam, Suharto, Kamis (31/8).
Menurutnya, dengan adanya tambahan blangko KTP elektronik ini, pelayanan administrasi kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Batam yang sebelumnya sempat terkendala, bakal kembali normal.
Baca Juga: Berlaku Mulai Besok, Waktu Drop Off dan Pick Up Penumpang di Bandara Hang Nadim Maksimal 3 Menit
“Beberapa waktu lalu memang sempat kosong terus kita jemput ke kementerian dan mendapat 6.000 blangko. Sekarang ditambah lagi dari pusat sebanyak 8.000 blangko,” tambahnya.
Ada beberapa kriteria yang diprioritaskan untuk mencetak KTP ini yakni, warga kategori pemula yang sudah perekaman atau belum dan masyarakat umum yang belum memiliki KTP. Pergantian KTP elektronik warga yang mengalami kerusakan.
“Kita fokuskan yang benar-benar prioritas dulu,” tuturnya.
Sekretaris Disdukcapil Batam, Ashraf mengatakan, antrean tunggu percetakan e-KTP yang masuk ke Disdukcapil Kota Batam yang mencapai 13 ribuan lebih.
Baca Juga: Ramai Pelaku Love Scamming dari China di Batam, Imigrasi Kumpulkan Data Keimigrasian WNA
“Kalau untuk mengakomodir semua antrean tunggu masyarakat tentu tak cukup. Makanya untuk mensiasati daftar tunggu tersebut, kita prioritaskan percetakan bagi yang sudah lama atau pemohon yang sangat membutuhkan seperti keperluan kuliah, melamar pekerjaan, sakit dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu sejumlah warga Batam berharap pemerintah daerah bisa segera menyelesaikan masalah blangko e-KTP ini. Warga menilai, kebutuhan KTP ini sangat dibutuhkan terutama bagi yang baru tamat sekolah yang ingin mencari pekerjaan.
“Kalau bisa diselesaikan lah pak, karena mau nyari kerja dan ini sudah 3 bulan tak kunjung selesai,” ujar Arif warga Batam. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



