
batampos – Kekurangan dokter spesialis konservasi gigi (Sp.KG) di Batam membuat pasien harus rela menunggu hingga berbulan-bulan untuk mendapatkan layanan melalui BPJS Kesehatan. Sementara itu, pasien umum mengeluhkan biaya perawatan di rumah sakit swasta yang dinilai memberatkan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan solusi terbaik adalah penambahan dokter spesialis di rumah sakit daerah. “Dokter spesialis tidak bisa ditempatkan di puskesmas. Harusnya RSUD yang menambah dokter spesialis konservasi gigi,” ujarnya, Rabu (11/9).
Meski demikian, Dinkes tetap berupaya memperkuat peran dokter gigi umum di puskesmas. Caranya dengan pelatihan berkelanjutan serta penambahan sarana medis sederhana. Dengan begitu, kasus ringan hingga sedang dapat ditangani langsung di tingkat pertama, tanpa harus buru-buru dirujuk.
“Ini penting agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan konservasi gigi,” tambah Didi.
Konservasi gigi merupakan cabang kedokteran gigi yang berfokus pada perawatan saluran akar, tambalan estetis, dan upaya mempertahankan gigi agar tetap berfungsi. Didi berharap, dengan memperkuat layanan puskesmas sekaligus mendorong RSUD menambah tenaga spesialis, akses kesehatan gigi masyarakat Batam bisa lebih merata dan terjangkau. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



