Senin, 26 Januari 2026

Batam Masih Menjadi Pilihan Terbaik untuk Miliki Properti

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Perumahan di sekitaran Batamcentre. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Di tengah kekhawatiran masyarakat mengenai kepemilikan rumah dengan status Hak Guna Bangunan (HGB), para pelaku industri properti menilai kekhawatiran tersebut sebetulnya tidak berdasar. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Robinson Tan, menegaskan bahwa status HGB bukanlah kendala berarti dalam membeli rumah di Batam.

Menurut Robinson, kepemilikan properti di Batam justru tergolong paling jelas jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari kepastian hukum ganda, baik dari sisi sertifikat HGB maupun keterikatan lahan dengan skema Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang menjadi karakteristik khas wilayah Batam.

“Di Indonesia, hampir semua properti menggunakan sertifikat HGB. Jarang sekali yang menggunakan Sertifikat Hak Milik (SHM), terutama untuk properti di kawasan-kawasan strategis seperti Batam,” ujarnya, Kamis (29/5).

Ia menjelaskan, meskipun bukan SHM, HGB tetap memberi kepastian hukum bagi pemilik. Jangka waktu kepemilikan juga bisa sangat panjang, yakni hingga 80 tahun melalui perpanjangan dan pembaruan. Dengan demikian, masyarakat tetap bisa merasa aman dan nyaman dalam memiliki rumah.

Namun di sisi lain, sebagian masyarakat mengeluhkan harga rumah di Batam yang dinilai kian tak terjangkau. Keluhan ini terutama datang dari kalangan pekerja muda dan masyarakat berpenghasilan menengah yang merasa sulit membeli rumah pertama.

“Gaji UMK, cicilan rumah tipe 36 saja rasanya berat,” ujar Roni, seorang karyawan swasta yang telah lebih dari lima tahun bekerja di Batam.

Menanggapi hal tersebut, Robinson tidak menampik harga rumah memang mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya permintaan dan biaya pembangunan. Namun menurutnya, harga tersebut masih sebanding dengan perkembangan infrastruktur dan potensi ekonomi daerah yang terus tumbuh pesat.

“Infrastruktur di Batam terus berkembang. Pemerintah pusat dan daerah sangat serius dalam membangun kota ini agar makin terintegrasi dan kompetitif secara regional,” katanya.

Ia menyebut, mesin ekonomi Batam saat ini ditopang oleh berbagai sektor utama seperti industri manufaktur, perkapalan, dan pariwisata. Ketiga sektor ini menciptakan efek ganda yang besar, termasuk dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, ia menyimpulkan bahwa Batam kini menjadi salah satu pilihan terbaik di Indonesia untuk memiliki atau berinvestasi properti.

“Batam bukan hanya tempat tinggal, tapi juga peluang. Maka saya kira, ini saat yang tepat untuk membeli rumah di Batam,” ujarnya. (*)

Reporter: Arjuna

Update