
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, pada Sabtu (30/8). Rakor yang digelar secara virtual itu berlangsung di Kantor Wali Kota Batam, dan membahas langkah antisipasi atas perkembangan situasi nasional di berbagai daerah.
Dalam arahannya, Mendagri ingin sinergi pemerintah pusat dengan daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik. Hal demikian dinilai krusial untuk memastikan roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan baik di tengah dinamika sosial-politik yang ada.
Menanggapi hal tersebut, Amsakar menyatakan pihaknya di Batam siap menjalankan arahan pemerintah pusat. Kondisi kondusif adalah modal utama dalam menjaga Batam sebagai kota investasi dan perdagangan yang strategis.
“Rapat koordinasi ini menjadi arahan penting bagi kami di daerah. Intinya, kita harus menjaga suasana tetap kondusif, aman, dan terkendali, seiring dengan perkembangan situasi di tingkat nasional,” kata Amsakar.
Sebagai bentuk langkah nyata, Pemko Batam bersama forkopimda telah melakukan sejumlah upaya antisipatif. Salah satunya dengan menunda pelaksanaan pesta rakyat malam puncak HUT ke-80 RI di Batam. Keputusan itu diambil sebagai wujud empati sekaligus untuk menghindari potensi penumpukan massa.
Amsakar menambahkan, langkah penundaan tersebut sejalan dengan arahan Mendagri untuk mengedepankan ketertiban umum. Ia juga menyebut, kebijakan itu mendapat dukungan dari masyarakat Batam yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kedamaian.
“Kami percaya masyarakat Batam selalu mendukung suasana kondusif dan menjaga keamanan di kota ini. Dengan kolaborasi semua pihak, Batam akan tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan menarik bagi semua,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



