
batampos – Pembangunan masjid sementara di area Masjid Agung Batam tengah dalam pengerjaan. Saat ini bangunan masjid sudah berdiri dan sudah terlihat bentuk fisiknya. Masjid berkapasitas 100-150 jemaah ini akan difungsikan, karena revitalisasi terhadap bangunan masjid utama.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar pembangunan masjid sementara sudah berjalan dan dalam proses penyelesaian. Pembangunan sudah berjalan selama dua pekan terakhir.
“Alhamdulillah, sedang berjalan. Bangunan fisik sudah mulai terlihat. Setelah tertunda beberapa Minggu lalu, karena proses pengiriman bahan baku yang memang molor dari jadwal yang sudah diperkirakan,” kata dia, Jumat (2/9).
Suhar menjelaskan penyelesaian pembangunan masjid sementara ini diperkirakan selesai dalam bulan ini. Sehingga proses revitalisasi bangunan utama Masjid Agung bisa segera dimulai. Sesuai dengan rencana pembongkaran bangunan utama harus dikerjakan tahun ini.
Ia menjelaskan, bangunan masjid sudah terpasang kuda-kuda atau pondasi bangunan masjid sementara. Menurutnya, pengerjaan diperkirakan selesai dalam waktu dua pekan ke depan, dan sudah bisa digunakan untuk beribadah.
“Paling lama bulan ini sudah bisa difungsikan sebagai rumah ibadah. Meskipun berkapasitas terbatas, semoga tidak mengurangi kekhusukan dalam beribadah bagi umat muslim,” bebernya.
Selain bangunan fisik masjid sementara, pengerjaan juga harus mempersiapkan sanitasi. Sebelum difungsikan harus dipastikan semuanya berfungsi maksimal.
“Kalau sudah betul-betul ready baru masjid utama ditutup, dan ibadah baru bisa dipindahkan ke masjid sementara,” imbuhnya.
Revitalisasi bangunan masjid ini akan dikerjakan dengan nilai anggaran Rp 167 miliar selama tiga tahun ke depan. Ia berharap tidak ada kendala ketika pengerjaan mulai berlangsung hingga finalisasi nantinya.
“Sesuai dengan arahan pimpinan, komponen bangunan harus kokoh dan sesuai dengan spek yang sudah disepakati. Nanti proyek ini juga akan dipantau langsung Pak Wali guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai dengan rencana,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulitavia



