
batampos – Orangtua calon siswa masih terus berdatangan ke SMA dan SMK Negeri di Kota Batam. Mereka terus mendesak agar sekolah segera membuka pendaftaran kuota tambahan untuk anak-anak mereka yang tak lolos PPDB sebelumnya.
SMKN 1 , SMKN 3, SMKN 5, SMAN 5, selalu ramai dengan rombongan orangtua setiap hari hingga, Rabu (5/7) siang. Tujuan mereka sama agar anak kembali diterima di sekolah yang didaftarkan.
“Tak ada pilihan lain, harus di sekolah negeri anak saya ini,” ujar Nelly, warga Saguba, Sagulung yang mendaftarkan anaknya ke SMAN 5 Batam.
Baca Juga: Anggota Dewan Kecewa dengan Pemko Batam, Masalahnya Ini
Seperti sebelumnya para orangtua ini bersedia membekali bangku belajar asalkan anak mereka bisa masuk ke sekolah yang dituju.
“Tak apalah anak saya bawa bangku dan meja sendiri asalkan diterima,” ujar Usman, warga Puteri Tujuh yang mendaftarkan anaknya ke SMKN 1 Batam.
Pihak sekolah mengakui masih banyak orangtua yang tetap berdatangan ke lokasi sekolah memperjuangkan anak mereka untuk kembali diterima.
Kepala SMKN 3 Batam Refio menuturkan, di SMKN 3 masih ada sekitar 140 anak yang mengantri untuk masuk jika ada keputusan penambahan kuota dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
“Kemarin yang tidak lolos PPDB mendekati 200 orang. Yang lain sudah daftar ke sekolah lain, yang bertahan dan tetap ingin masuk kembali ke SMK 3 masih ada sekitar 140-an orang,” kata Refio.
Baca Juga: Terminal II Hang Nadim Menggunakan Teknologi Metaverse
Anak-anak yang bertahan untuk tetap masuk ke SMKN 3 ini sebut Refio sudah didata dan akan disampaikan ke Dinas Pendidikan saat rapat pembahasan penambahan kuota tambahan nanti.
“Kalau tak salah besok (Kamis,6/7) dirapatkan. Ini akan kita sampaikan,” ujar Refio.
Sementara Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Kasdianto juga mengakui perembukan untuk masalah kuota tambahan akan segera dirapatkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Dinas akan memanggil semua kepala sekolah untuk memastikan kapasitas ideal untuk kuota tambahan tadi. (*)
Reporter: EUSEBIUS SARA



