
batampos – Rencana pengembangan madrasah negeri di Kota Batam pada tahun ini belum menyentuh penambahan ruang kelas baru maupun pembangunan asrama. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, memastikan pembangunan tahun ini difokuskan pada fasilitas penunjang di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Batam.
“Untuk tahun ini, di MTsN 3 ada pembangunan laboratorium dan perpustakaan. Sementara penambahan ruang kelas baru atau asrama tidak ada,” ujar Budi, Senin (15/9).
Ia menjelaskan, meski konsep Madrasah Aliyah Negeri (MAN) pada umumnya mengarah ke sistem boarding school, kenyataannya belum semua madrasah negeri di Batam memiliki asrama. Hal ini membuat kebutuhan sarana penunjang pendidikan di madrasah masih cukup besar.
Menurut Budi, untuk pembangunan ruang kelas, madrasah negeri di Batam tahun ini belum mendapatkan alokasi.
“Kalau penambahan lokal (ruang kelas), yang negeri tidak ada. Yang swasta ada, tetapi itu melalui program dari Kementerian PUPR, bukan Kemenag,” jelasnya.
Informasi sementara yang diterima Kemenag Batam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan program bantuan pembangunan untuk sejumlah madrasah di Batam. Namun, data detail terkait lokasi, jumlah ruang, maupun bentuk fasilitas yang akan dibangun masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
“Iya betul, rencana pembangunan dari PUPR direncanakan tahun ini, tapi detailnya belum saya terima. Karena itu wilayah kewenangan Kementerian PUPR,” tambah Budi.
Dengan kondisi ini, lanjutnya, Kemenag Batam tetap mengupayakan peningkatan layanan pendidikan madrasah sesuai dengan anggaran yang tersedia. Pihaknya berharap sinergi lintas kementerian dapat mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan madrasah, baik negeri maupun swasta.
“Yang jelas, kebutuhan ruang kelas maupun asrama masih ada. Kita harap dukungan PUPR bisa segera terealisasi tahun ini,” tutup Budi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



