Jumat, 16 Januari 2026

Berburu Kue Tradisional Di Bazar Ramadan Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

Berbagai makana khas Melayu ditawarkan oleh pedagang di pasar Ramadhan Tanjung Uma, Jumat (7/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat Batam ramai mengunjungi bazar Ramadan sembari ngabuburit di berbagai lokasi. Hampir seluruh bazar Ramadan penuh dengan beragam takjilan yang sebagiannya kue-kue tradisional.

Diantaranya, Bingka bakar, kue khas Melayu dengan tekstur lembut meski dipanggang, juga menjadi salah satu jajanan yang banyak diminati.

Putu piring dibuat terutama dari tepung beras yang ditumbuk halus atau tepung ketan, dan berisi isian kacang tanah atau gula jawa yang dicampur dengan kelapa parut. Metode persiapan yang umum dilakukan adalah mengukus tepung dan isian secara cepat.

Tak ketinggalan, kue cucur turut meramaikan jajanan di bazar. Kue yang dibuat dari tepung beras dan gula merah ini memiliki rasa manis legit dan tekstur berserat yang unik.

kue talam. Kue ini memiliki rasa manis dan gurih yang berasal dari perpaduan santan dan gula. Biasanya, kue talam dipotong kecil-kecil.

Lemang, jajanan yang terbuat dari beras ketan dan dimasak dalam bambu, j juga banyak dicari oleh masyarakat. Teksturnya yang kenyal dan aroma khasnya menjadikannya pilihan tepat untuk berbuka puasa.

Hampir beberapa jenis perkuean tradisional itu dapat dijumpai di beberapa Bazar Ramadan. Seperti Pasar Ramadan Tanjung Uma, Lubukbaja. Dengan beragamnya pilihan kue tradisional di bazar Ramadan Tanjung Uma, masyarakat Batam dapat menikmati kekayaan kuliner lokal saat berbuka puasa.

“Saya suka pasar Ramadan Tanjung Uma karena memang banyak jajanan tradisionalnya,” ujar Meri salah satu warga yang berkunjung.

Tak hanya bazar Tanjunguma, di Bazar Ramadan Mitra Raya, masyarakat juga bajyak berburu takjilan. Begitu juga bazar Ramadan di kawasan Nagoya, Bengkong, Tiban ,Tanjunriau Batuaji, Botania, Nongsa dan lainya. (*)

Reporter: Yashinta

Update