Jumat, 16 Januari 2026

Beri Efek Jera dan Edukasi, Sat Lantas Tilang 33 Pengendara Motor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polisi menindak motor yang menggunakan knalpot brong dalam kegiatan cipkon, Minggu (3/8) dini hari. F.Afid untuk Batam Pos

batampos – Polresta Barelang kembali menggelar cipta kondisi (cipkon), Minggu (3/8) dini hari. Dalam kegiatan ini, polisi menindak 33 unit motor dengan berbagai pelanggaran.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan rutin dilaksanakan pada malam akhir lekan.

“Kegiatan ini menjadi bentuk respons cepat Polresta Barelang terhadap berbagai aduan masyarakat mengenai kendaraan dengan suara bising yang meresahkan,” ujar Afid.

Afid menjelaskan kegiatan ini dengan sasaran lokasi rawan balap liar. Seperti di Jl Simpang Kepri Mall, Simp Kara, Simpang Frangky, Simpang Gelael, KDA dan Simpang Masjid Raya.

“Melalui kegiatan ini, Polresta Barelang berharap dapat memberikan efek jera terhadap para pelanggar, khususnya kalangan remaja yang kerap melakukan balap liar dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Adapun kotor yang ditindak polisi ini dengan pelanggaran berupa penggunaan knalpot brong, tidak memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), serta tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.

“Untuk sanksinya berupa Elektronik Tilang (ETLE) Mobile. Sedangkan, anak remaja yang ditindak diberi efek jera berupa pemanggilan orangtua atau guru sekolah dan kita edukasi remaja-remaja ini agar tidak menggunakan knalpot brong lagi,” ungkapnya

Diketahui, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Barelang dalam 6 bulan ini menindak 315 unit motor yang menggunakan knalpot brong. Seluruh knalpot tersebut disita dan akan dimusnahkan.

“Kegiatan cipkon ini tentunya akan memberikan efek jera dan membangun kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran lalulintas lagi,” ujar KBO Sat Lantas Polresta Barelang, Ipda Yudi Patra.

Yudi menjelaskan penggunaan knalpot brong ini sudah menjamur di kalangan anak muda dan remaja. Sebab, pengguna knalpot brong yang ditindak tersebut setiap pekannya berbeda-beda.

“Setiap minggu yang kita tindak itu orangnya tidak sama. Artinya, knalpot brong ini sangat banyak,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Update