
batampos – Wilayah Batuaji dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup lebat, Rabu (18/10). Sejumlah ruas jalan kembali digenangi air dan banjir.
Pantauan di lapangan, banjir dan genangan air kali ini tidak begitu parah karena air sudah bisa langsung mengalir ke dalam drainase. Masyarakat di sekitar lokasi langganan banjir mencoba mengatasi sendiri persoalan banjir itu dengan membuka jalur air agar bisa mengalir ke dalam drainase.
Lokasi langganan banjir simpang Perumahan Jupiter jalan Marina City misalkan sudah mulai berkurang dengan banjir dan genangan air. Itu karena sudah ada jalur air yang dibuka secara manual oleh masyarakat setempat. Pinggir jalan yang menutupi jalur air dicangkul sehingga saat hujan air langsung mengalir masuk ke dalam drainase.
Baca Juga: Penggusuran di Ruli Kampung Pelita Ricuh, Jalan Diblokade Warga; Ini Videonya
“Akhir pekan kemarin ada gotong royong buka jalur air di pinggir jalan ini. Alhamdulillah hujan hari ini sudah tidak terlalu tinggi lagi banjirnya karena air langsung ngalir ke drainase,” kata Sujoko, warga Perumahan Jupiter, Marina.
Begitu juga dengan lokasi langganan banjir di dekat SPBU Simpang Basecamp, genangan air mulai berkurang karena sudah ada jalur keluar air ke drainase yang dibuka warga.
Warga berharap agar proyek pelebaran jalan dan normalisasi drainase yang masih berjalan di sejumlah titik di wilayah Batuaji memperhatikan masalah ini. Ruas jalan yang lebih rendah hendaknya dibuatkan jalur keluar air yang permanen agar tidak banjir nantinya.
Baca Juga: Hindari Status Motor Bodong, Bapenda Kepri Imbau Penunggak Bayar Pajak Kendaraan
Untuk proyek normalisasi drainase sendiri masih fokus dengan pelebaran dan pendalaman drainase di sekitar simpang Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang Batuaji. Proyek dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam ini sudah melebarkan drainase induk dari depan RSUD Embung Fatimah hingga simpang TMP jalan R Suprapto.
Ada bak kontrol yang cukup besar dibuka di persimpangan itu untuk menampung air jika hujan deras. Pengerjaan masih berlanjut agar air bisa mengalir lancar hingga ke hilir. (*)
Reporter: Eusebius Sara



