
batampos – Jemaah haji asal Debarkasi Hang Nadim Batam yang meninggal di Tanah Suci bertambah tiga orang hingga Minggu (16/7). Ketiga jemaah haji yang meninggal tersebut berasal dari Kloter 15 dan 33 berasal Riau serta Kloter 33 asal Jambi.
Kepala Seksi Haji Batam, Syahbudi mengatakan, bahwa tambahan 3 orang tambahan jemaah haji dari Debarkasi Hang Nadim Batam meninggal dunia di Mekkah, sehingga total ada 43 jemaah haji Debarkasi Hang Nadim yang meninggal dunia.
Ada pun ketiga jemaah tersebut bernama Pangat Muntalib Abdullah, 72, dan Raja Ristian, 55, asal Provinsi Riau serta seorang haji asal Jambi atas nama Fatimah Wiryo Kromo berusia 90, dan meninggal dunia pada 13 Juli 2023 di Rumah Sakit Arab Saudi.
Baca Juga: SMAN 3 Batam pun Buka Kelas Online
“Berdasarkan data yang kami rekap dan yang terbaru ada tiga orang jemaah meninggal di Mekkah,” katanya, Senin (17/7).
Menurut data PPIH Debarkasi Batam, ketiga jemaah ini mengidap sakit cardiogenic shock atau masalah kesehatan yang datang secara tiba-tiba dan bisa mengancam jiwa dan septic shock atau infeksi luas yang menyebabkan kegagalan organ serta tekanan darah yang sangat rendah.
“Tiga jemaah haji meninggal dunia di Mekkah ini kemudian akan dimakamkan di Pemakaman Sharae,” ungkap Syahbudi.
Diketahui, dari 43 orang haji yang wafat tersebut, terdapat tiga orang haji diantaranya yang meninggal dunia di Kota Batam, yaitu seorang jemaah asal Kepri dan dua jemaah haji asal Riau.
Baca Juga: Penambahan Rombel Bukan Solusi, Malah Menyalahi Aturan
Jemaah haji yang meninggal dunia di Batam, dimakamkan di daerahnya masing-masing. Sementara jamaah meninggal di Mekkah seluruhnya dimakamkan di Pemakaman Share.
Berdasarkan data yang disampaikan PPIH Debarkasi Hang Nadim Batam, jamaah haji yang meninggal dunia didominasi dengan mengidap penyakit cardiovascular diseases atau kondisi jantung yang mencakup pembuluh yang sakit, masalah struktur, dan pembekuan darah.
Secara rinci, adapun penyakit yang mengidap pada jamaah haji diantaranya respiratory diseases atau penyakit pernapasan kronis, unintentional injuries (kecelakaan peristiwa yang terjadi secara tidak sengaja), dan shock hypovolemic atau etidakmampuan jantung memasok darah yang cukup ke tubuh akibat adanya kekurangan volume darah. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



