
batampos – Sebanyak 500 warga Rempang, menerima bantuan sosial berupa sembako dari Polda Kepri dalam kegiatan Bhakti Bhayangkara Rempang Expedition 2025, Sabtu (19/7). Bantuan diserahkan langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak relokasi.
Penyaluran bantuan berlangsung di tengah semangat gotong royong dan suasana kekeluargaan. Tidak hanya menyerahkan bantuan, Polda Kepri bersama jajarannya dan Forkompinda juga melakukan penanaman pohon jambu dan mangrove, serta ekspedisi menyusuri kawasan pemukiman baru warga.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri hadir bukan hanya dalam situasi darurat atau pengamanan, tetapi juga dalam momen berbagi dan membangun harapan,” kata Irjen Asep di sela kegiatan.
Ia mengatakan, Polda Kepri telah menyalurkan bantuan sosial serupa di sejumlah daerah lain, seperti Kota Batam, Tanjungpinang, Karimun, dan Lingga. Namun, pemberian bantuan di Tanjung Banon memiliki nilai khusus karena erat kaitannya dengan transformasi besar yang sedang berlangsung di Rempang.
“Ada kedekatan emosional yang luar biasa di sini. Kita harus pastikan masyarakat merasa aman dan tidak sendiri,” ujarnya.
Selain kebutuhan pokok, bantuan yang disalurkan juga mencerminkan dukungan moral agar masyarakat tetap semangat menjalani proses adaptasi di lingkungan baru. Irjen Asep menegaskan, rasa aman dan tenteram menjadi syarat utama bagi keberhasilan pembangunan.
“Kalau wilayah ini tidak aman, tak mungkin pembangunan berjalan. Maka kami hadir untuk menjaga sekaligus mendukung sepenuhnya program pemerintah,” tambahnya.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad yang turut hadir menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif Polri dalam mendampingi masyarakat Rempang. Ia menegaskan bahwa relokasi ke Tanjung Banon dirancang bukan sekadar pemindahan tempat tinggal, tetapi sebagai lompatan menuju kehidupan yang lebih baik.
Saat ini, sebanyak 304 rumah telah berdiri dan hampir rampung. Sekitar 125 kepala keluarga atau 436 jiwa sudah resmi tinggal di lokasi tersebut. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan fasilitas umum seperti sekolah, dermaga, tempat ibadah, dan pemakaman.
“Kami pastikan warga mendapatkan haknya, termasuk Sertifikat Hak Milik (SHM). Ini bentuk konkret kehadiran negara,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, 34 unit alat tangkap juga akan dibagikan untuk mendukung ekonomi warga pesisir. Pemerintah berharap ke depan terbentuk kelompok-kelompok nelayan yang produktif, apalagi dermaga akan segera dibangun.
Warga yang hadir dalam kegiatan tersebut tampak antusias. Mereka mengaku senang mendapat perhatian langsung dari pemerintah dan aparat keamanan.
“Terima kasih sudah datang dan memberi bantuan. Setidaknya kami merasa tidak sendiri di tempat baru ini,” ujar salah seorang warga yang sudah menempati rumah relokasi.
Untuk penanaman mangrove sebanyak 1150 batang dari jenis meranti, tanaman MPTS, beringin dan serta beberapa tanaman lainnya. (*)
Reporter: Yashinta



