
batampos – Bank Indonesia (BI) perwakilan Kepri meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025 guna memastikan ketersediaan uang Rupiah selama periode Ramadan dan Idulfitri 1446 H.
Program ini dilaksanakan dengan tema “Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah” dan merupakan bagian dari inisiatif nasional BI untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.
Kepala BI Kepri, Rony Widijarto P, menjelaskan bahwa kebutuhan uang kartal di Provinsi Kepri pada periode Ramadan dan Idulfitri 2025 diperkirakan mencapai Rp2,3 triliun, meningkat 9,5 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp2,1 triliun.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh tren historis penarikan perbankan, pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik lebaran.
Baca Juga: BI Sediakan Layanan Penukaran Uang, Warga Harus Daftar via PINTAR
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BI Kepri menyediakan berbagai layanan penukaran uang, termasuk layanan Kas Kelling BI di tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian, serta layanan Penukaran Uang Bersama BI dan Perbankan yang akan digelar pada 18 dan 19 Maret 2025 di One Batam Mall. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan penukaran uang melalui 147 loket perbankan yang tersebar di seluruh wilayah Kepri.
Dia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui https://pintar.bi.go.id mulai tanggal 3 hingga 27 Maret 2025. Aplikasi ini menyediakan informasi jadwal layanan Kas Kelling BI dan tatacara penukaran uang, sehingga dapat meningkatkan kepastian layanan dan mengurangi antrean di lokasi penukaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk melakukan penukaran uang di tempat resmi, seperti unit/cabang perbankan, Kas Keliling Bank Indonesia, atau Layanan Penukaran Uang Bersama BI dan Perbankan. Hal ini penting untuk menghindari risiko peredaran uang palsu, ketidakakuratan jumlah uang, serta pengenaan biaya tambahan,” ujarnya, Rabu (5/3).
Selain itu, BI Kepri juga mengajak masyarakat untuk semakin mencintai, bangga, dan memahami rupiah. Mencintai rupiah dapat diwujudkan dengan mengenali keasliannya melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawatnya dengan 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi).
“Rupiah bukan hanya alat pembayaran sah, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi,” katanya.
Baca Juga: PELNI Luncurkan Layanan Logistik Red Pack dan Check-in Mobile untuk Kemudahan Penumpang
Rony ingin masyarakat memahami rupiah dengan bijak, yaitu dengan belanja sesuai kebutuhan, mendukung produk dalam negeri, serta menabung dan berinvestasi untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Dengan memahami rupiah, kita dapat berkontribusi pada perekonomian nasional,” katanya.
BI Kepri berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan uang Rupiah dengan jumlah dan pecahan yang sesuai, baik dalam keseharian maupun dalam berbagai momen penting kehidupan masyarakat Kepri.
“Kami akan selalu hadir untuk memastikan ketersediaan Rupiah, terutama pada momen-momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri,” kata Rony.
Program SERAMBI 2025 secara nasional menyediakan 1.202 titik layanan penukaran uang dan 4.170 kantor bank/titik layanan perbankan yang tersebar di seluruh Indonesia. (*)
Reporter: Arjuna



