
batampos – Rumah susun sewa (Rusunawa) yang dikelola Pemerintah Kota (Pemko) Batam semakin diminati oleh masyarakat, terutama para pekerja. Dengan biaya sewa yang terjangkau mulai dari Rp355 ribu hingga Rp400 ribu per bulan, Rusunawa ini menjadi alternatif hunian yang ideal di tengah melonjaknya harga kontrakan dan kos-kosan di Batam. Tarif sewa ditentukan berdasarkan lantai, dengan lantai IV sebagai yang termurah, sedangkan lantai dasar memiliki tarif tertinggi.
Menurut Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam, Roni, antusiasme masyarakat cukup tinggi meskipun terdapat beberapa kendala. “Peminatnya lumayan bagus, hanya saja pasokan air bersih masih menjadi tantangan, terutama di kawasan Tanjunguncang. Kita berharap tahun depan masalah ini bisa teratasi sepenuhnya,” ujarnya.
Rusunawa di Batam dirancang sebagai solusi hunian terjangkau bagi pekerja, terutama di sektor industri. Hingga kini, Pemko Batam telah membangun 31 twin blok Rusunawa yang tersebar di berbagai kecamatan. Salah satu kawasan dengan konsentrasi tinggi Rusunawa adalah Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, yang memiliki tiga Rusunawa. Tingkat keterisian nya mencapai 70 persen, meskipun ada beberapa unit di lantai IV yang masih kosong dan memerlukan renovasi.
“Rusunawa ini membantu para pekerja menekan biaya hidup, terutama untuk pengeluaran kontrak rumah atau sewa kos. Kami berharap seluruh unit segera terisi, apalagi biaya sewanya sangat terjangkau,” tambah Roni.
Jhoni, salah satu penghuni Rusunawa di Tanjunguncang, mengaku puas dengan fasilitas yang ada. Menurutnya, biaya sewa yang murah sangat membantu mengurangi beban pengeluaran bulanan. “Hunian ini sangat membantu, apalagi untuk kami yang gajinya pas-pasan. Hanya saja, masalah air bersih memang harus segera diselesaikan karena sering macet,” kata Jhoni.
Meski begitu, tantangan pasokan air bersih masih menjadi sorotan utama. Daerah seperti Tanjunguncang kerap menghadapi gangguan distribusi, membuat beberapa penghuni harus mencari solusi alternatif. Pemko Batam mengakui masalah ini dan berkomitmen memperbaiki infrastruktur air bersih di seluruh Rusunawa dengan terus berkoordinasi dengan pengelola pasokan air bersih di Batam.
Selain itu, kondisi beberapa unit di lantai IV yang belum ditempati juga menjadi perhatian. Pemko Batam berencana melakukan renovasi agar seluruh unit bisa segera dihuni. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hunian murah bagi lebih banyak pekerja di Batam.
Rusunawa ini tak hanya menjadi solusi ekonomis, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah mendukung pekerja di sektor industri yang menjadi tulang punggung ekonomi Batam. Dengan lokasi strategis di dekat kawasan industri, penghuni Rusunawa dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.
“Kami ingin memastikan semua pekerja di Batam punya akses ke hunian terjangkau, layak, dan nyaman,” tutup Roni.
Dengan berbagai upaya perbaikan yang sedang berjalan, diharapkan Rusunawa Pemko Batam bisa menjadi solusi hunian yang optimal bagi masyarakat pekerja. Dukungan penuh dari pemerintah dan pemangku kepentingan diperlukan untuk mewujudkan target ini. (*)
Reporter: Eusebius Sara



