Senin, 19 Januari 2026

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob di Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi, Mendung menyelimuti langit Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memprediksi potensi cuaca ekstrem dan banjir rob yang akan terjadi beberapa hari kedepan. Karena itu, BMKG mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tersebut, terutama untuk masyarakat pesisir.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menjelaskan bahwa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih bisa terjadi dalam sepekan ke depan, terutama pada siang dan sore hari. Hujan bersifat lokal dan sporadis, namun dapat disertai angin kencang.

“Hujan disebabkan oleh pertumbuhan awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (Cb) yang bentuknya bergumpal menjulang ke atas dan tampak gelap. Awan ini bisa menimbulkan hujan deras, petir, dan angin kencang sesaat,” ujar Ramlan, Senin (23/6).

Disinggung terkait angin kencang yang terjadi dibeberapa wilayah Kota Batam pada Senin pagi, menurut Ramlan itu tak berlangsung lama. Namun tetap berbahaya terutama bagi aktivitas luar ruang.

“Meminta masyarakat agar berhati-hati ketika melihat awan gelap di langit,” ujarnya

Selain hujan dan angin, masyarakat juga diminta mewaspadai banjir rob atau banjir pesisir. Fenomena ini terjadi akibat naiknya permukaan air laut yang dipicu oleh gaya tarik bulan dan bumi, serta diperparah apabila hujan turun dalam durasi cukup lama. Terutama untuk wilayah pesisir.

“Jika banjir rob bersamaan dengan hujan deras, maka genangan bisa lebih tinggi dan meluas. Daerah pesisir seperti Batu Ampar, Sagulung, Tanjungpinang, dan wilayah lain perlu lebih siaga,” kata Ramlan.

BMKG juga merilis peringatan dini kondisi gelombang laut yang berlaku mulai 24 Juni 2025 pukul 07.00 WIB hingga 27 Juni 2025 pukul 07.00 WIB. Dalam periode tersebut, tinggi gelombang di wilayah Perairan Kepulauan Tambelan diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Pola angin di wilayah perairan Kepri diprakirakan bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 4 hingga 30 knot. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran kapal kecil dan nelayan tradisional.

Perahu nelayan berisiko apabila kecepatan angin sudah mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Untuk kapal tongkang, risiko mulai muncul jika angin mencapai 16 knot dengan gelombang 1,5 meter

Karena itu, BMKG menyarankan aktivitas pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal kecil, untuk ditunda sementara waktu hingga kondisi cuaca lebih aman. Nelayan juga diimbau terus memantau informasi cuaca terbaru sebelum melaut.

Untuk cuaca esok hari, Selasa (24/6), kelembapan udara di lapisan atas wilayah Kepri diperkirakan cenderung kering. Hal ini membuat peluang terbentuknya awan hujan tidak terlalu tinggi, namun hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa

“Masyarakat diminta agar tetap waspada terhadap potensi petir, angin kencang, dan genangan air. Ia juga mengingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon atau tiang listrik saat terjadi hujan deras disertai kilat dan petir,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update