Jumat, 16 Januari 2026

BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri, Puncak Musim Hujan pada November

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Cuaca mendung menyelimuti kawasan Batam Center, Bengkong dan Nongsa, Rabu (10/9). Beberapa hari ini kota Batam sering diguyur hujan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat Kepri untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca yang tiba-tiba berubah dari panas menjadi hujan deras diperkirakan masih akan terus terjadi hingga akhir tahun ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan wilayah Kepri saat ini masih berada dalam periode musim hujan yang diprakirakan berlangsung hingga Desember mendatang.

“Puncak musim hujan akan terjadi pada bulan November,” ujarnya kepada wartawan, Senin (20/10).

Menurutnya, fenomena cuaca yang tidak menentu saat ini dipengaruhi oleh suhu udara yang cukup panas dan adanya siklon tropis di utara Filipina.

Baca Juga: Silaturahmi Jadi Wadah Walikota Amsakar Tangani Cepat Persoalan Warga

“Dampaknya, cuaca bisa berubah cepat. Pagi bisa panas, lalu tiba-tiba hujan deras di siang atau sore hari,” jelas Ramlan.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun nelayan yang melaut.

“Waspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah pesisir,” tambahnya.

BMKG juga merilis prakiraan cuaca maritim untuk wilayah Kepri yang berlaku mulai Selasa (21/10) hingga Jumat (24/10). Dalam periode tersebut, sejumlah perairan di Kepri diperkirakan mengalami peningkatan tinggi gelombang yang dapat membahayakan pelayaran.

Pada Selasa (21/10), tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,8 meter atau kategori sedang di Perairan Kepulauan Anambas, Natuna, Karimun, Bintan, dan Tambelan.

Kemudian pada Rabu (22/10), gelombang laut berpotensi meningkat hingga 2 meter di Perairan Natuna, Anambas, Batam, Bintan, Lingga, dan Tambelan. Sementara pada Kamis (23/10), ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 1,6 meter di Perairan Natuna, Anambas, Subi, Tambelan, dan Lingga.

BMKG mengkategorikan gelombang dengan tinggi antara 1,25 hingga 2 meter sebagai gelombang sedang yang berisiko terhadap kapal nelayan dan kapal kecil.

“Bagi masyarakat pesisir dan para nelayan, sebaiknya memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Pantau terus informasi cuaca dari BMKG agar aktivitas tetap aman,” tegas Ramlan.

Baca Juga: Pemko Batam Genjot Serapan Anggaran, Realisasi Pendapatan Capai 72 Persen

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi genangan atau banjir lokal akibat curah hujan yang mulai meningkat di sejumlah wilayah Kepri, terutama di daerah rendah dan dekat saluran air.

BMKG mengingatkan, fenomena hujan lokal yang disertai angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga masyarakat diimbau tidak berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan deras melanda.

“Meski secara umum kondisi masih terkendali, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama memasuki puncak musim hujan pada November nanti,” kata Ramlan. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update