Kamis, 15 Januari 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob, Ditpolairud Kepri Siagakan Perahu Karet

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi banjir rob di Tanjunguncang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Hang Nadim Batam resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca yang mengakibatkan banjir rob. Masing-masing Kabupten dan Kota di Kepri seperti Batam, Bintan, Tanjung Pinang, Karimun, Lingga, d sampai 11 Februari 2023 mendatang.

“Fenomena naiknya atau pasang air laut ini terjadi di beberapa wilayah pesisir, hal ini tentu berdampak terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan, pesisir, serta kegiatan bongkar muat kapal,” ujar Forecaster BMKG Kelas 1 Hang Nadim, Fitri Annisa, Senin (6/2/2023).

Kemudian untuk intensitas hujan di wilayah Kepri, BMKG memprakirakan beberapa hari kedepan cenderung menurun.

“Namun masih bepotensi hujan ringan-sedang berskala lokal di beberapa wilayah,” ujarnya.

Baca Juga: Bocah Dilaporkan Hilang Diculik di Batuaji, Ini Faktanya

Ia menambahkan, daerah yang berpotensi di Batam seperti Batuaji, Batuampar, Sekupang, dan Nongsa. Lalu untuk Kabupaten Bintan pesisir Kecamatan Bintan Utara, Telok Sebong, dan Bintan Timur. Potensi daerah lainya yaitu Kabupate Karimun dan Lingga pesisir.

Sementara itu, Dirpolairud Polda Kepri, Kombes Pol Boy Herlambamg menyampaikan dari pihak kepolisian selalu mengkedepankan antisipasi dengan selalu berkoordinasi dan memonitor prakiraan cuaca dari BMKG.

Kemudian imbauan kepada pengguna jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat pesisir agar kewaspadaan ditingkatkan.

“Untuk mulai dari jajaran wilayah Polres jajaran melalui Satpolair, saya arahkan melalui Satpolairud. Ada juga kita pasang stiker tentang imbauan tersebut di transportasi laut,” ujarnya.

Baca Juga: Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Parit di Jalan Ndang Merdu, Batubesar

Kemudian, untuk perahu karet di setiap jajaran Polres sudah disediakan. Dari Ditpolairud juga disiagakan personil 170 anggota.

“Apabila ada sesuatu saat kapal perahu karet diperlukan kita siap turun bersama anggota yang mengawasi nantinya,” ujarnya.

Lalu untuk lifejacket sudah disiagakan di masing-masing transportasi laut. “Untuk kapal penumpang juga disediakan dan sudah diwajibkan ketika cuaca buruk,” jelasnya.

Kemudian untuk masyarakat nelayan, diminta mengikuti apa yang sudah diinformasikan oleh pemerintah baik itu BMKG, Ditpolairud, dan instansi terkait yang berwenang dalam kondisi tersebut.

“Jadi ketika saat gelombang laut tinggi jangan memaksakan untuk melaut. Karena berbahaya sekali,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

Update