batampos – Kegiatan ini dibuka oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, dan diikuti lebih dari 40 peserta dari berbagai instansi, seperti Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, Badan Karantina Indonesia, serta PT ASDP Indonesia Ferry.
Forum ini menghadirkan tiga pembicara ahli dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM, yang menjadi mitra BP Batam dalam kajian ilmiah tersebut, yakni:
- Prof. Ir. Nur Yuwono, Dip.HE, Ph.D. (Ketua Tim Ahli),
- Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. (Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota),
- Ir. Dwi Ardianta Kurniawan, S.T., M.Sc. (Ahli Ekonomi Kebijakan Publik).
Dalam sambutannya, Fary Francis yang mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa Batam ditargetkan oleh pemerintah pusat untuk menjadi role model pertumbuhan ekonomi melalui investasi yang inklusif. Salah satu caranya adalah dengan menangkap peluang dari pembukaan jalur RORO Batam–Johor agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Momentum pembukaan jalur RORO ini menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sebagaimana target dari Bapak Presiden kepada kami selaku pengelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam,” ujar Fary.
Melalui Management Exposé studi kelayakan ini, Fary berharap dapat memberikan gambaran utuh dalam memperkuat infrastruktur konektivitas serta mendorong potensi ekonomi kawasan strategis di KPBPB Batam.
“Melalui exposé ini, hasil studi kelayakan pembukaan jalur RORO Batam–Johor dapat disampaikan secara komprehensif kepada pihak-pihak terkait guna memastikan bahwa proyek ini layak secara teknis, finansial, lingkungan, dan sosial,” jelasnya.
Adapun hasil studi kelayakan tersebut dipaparkan secara menyeluruh oleh tim PUSTRAL UGM, dengan kesimpulan bahwa proyek ini dinyatakan layak dari berbagai aspek, termasuk aspek pasar, legal, teknis dan operasional, finansial, dampak ekonomi, serta manajemen risiko.
Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, yang ditemui usai rapat menyatakan optimisme bahwa proyek ini dapat segera direalisasikan.
Meskipun begitu, ia mencatat bahwa ada beberapa hal yang masih perlu ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh BP Batam bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Pada dasarnya, jalur ini layak baik dari sisi infrastruktur, operasional, maupun ekonomi. Namun, tentu diperlukan sejumlah perbaikan yang harus dilakukan, seperti penetapan beberapa regulasi. Hal ini wajar karena ini adalah sesuatu yang baru, baik bagi Johor maupun Batam,” jelas Sigit.
Ia juga berharap bahwa konektivitas ini nantinya dapat mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui pengembangan sektor pariwisata, perdagangan barang, dan lalu lintas kendaraan.
“Kami tentu berharap hal ini bisa segera terwujud. Dampak positifnya bagi ekonomi, pariwisata, dan perdagangan akan sangat baik bagi kedua belah pihak,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain:
- Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub-Regional Kemenko Perekonomian, Bobby Chris Siagian,
- Koordinator Negara Malaysia dan Brunei Darussalam dari Kementerian Luar Negeri, Retno Supeni,
- Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Bandara, Pelabuhan, dan Lalu Lintas Barang BP Batam, Ruslan Aspan,
- Direktur Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir, serta
- Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni. (a)



