Selasa, 27 Januari 2026

BP Batam Komit Selesaikan Masalah Perizinan dan Energi di Kawasan Industri

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – BP Batam memantapkan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku usaha di Batam, khususnya terkait masalah perizinan dan kenaikan tarif gas serta listrik.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Djemy Fary Francis, saat mengunjungi beberapa kawasan industri di Batam pada Rabu (4/6) lalu.

Program yang dinamakan “Belanja Masalah” ini merupakan langkah strategis BP Batam untuk turun langsung ke lapangan, menyerap aspirasi pelaku usaha, dan melihat secara nyata kondisi investasi di sejumlah kawasan industri seperti Taiwan International Park dan Wasco Engineering.

“Kami sengaja kembali hadir di kawasan industri bersama tim untuk melihat perkembangan investasi serta mendengar langsung tantangan yang dihadapi para pelaku usaha di Batam,” kata Fary.

Baca Juga: BPS Catat Kenaikan 58,49 Persen Penumpang Angkutan Udara ke Batam pada April 2025

Dari hasil kunjungan dan dialog intensif dengan para pelaku usaha, ia mengungkapkan bahwa mayoritas kendala yang mereka alami adalah proses perizinan yang masih berbelit dan tarif energi, khususnya gas dan listrik, yang terus mengalami kenaikan signifikan.

“Setelah kami sambangi beberapa kawasan industri, kendala yang paling menonjol adalah terkait perizinan dan kenaikan tarif gas serta listrik. Ini tentu menjadi perhatian serius kami,” kata dia.

FBP Batam, lanjutnya, berkomitmen menuntaskan hambatan tersebut agar iklim investasi di Batam tetap kondusif dan menarik bagi investor baru maupun yang sudah beroperasi.

“Kendala yang ada di internal BP Batam akan segera kami selesaikan bersama tim. Kalau masalah berada di luar kewenangan kami, kami akan menyuarakannya kepada stakeholder terkait agar segera ada solusi,” ujar Fary.

Baca Juga: BP dan Pemko Batam Teken MoU dengan BPS RI, Targetkan Data Berkualitas untuk Kebijakan

Sebagai langkah konkret, ia juga memantau langsung kegiatan operasional dan produksi di lapangan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi di kawasan industri tersebut.

Fary menegaskan, BP Batam hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan sahabat pelaku usaha yang berkomitmen mendukung kenyamanan berinvestasi di Batam.

“Kami siap mendukung, memfasilitasi, dan menjadi sahabat bagi para pelaku usaha agar mereka bisa terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan investasi di Batam,” katanya.

Dalam pertemuan dengan pengelola Kawasan Industri Taiwan International Park, Direktur Pengelola Fiorence Angel, menyambut baik program “Belanja Masalah” yang dinilai dapat menjadi media komunikasi efektif antara perusahaan dan BP Batam.

Baca Juga: Cuaca Kepri Masih Labil Hujan Sporadis dan Gelombang Tinggi

“Semoga program Pak Deputi dapat menjadi wadah komunikasi yang baik bagi perusahaan di sini dengan BP Batam sehingga tercipta kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan Batam,” ujarnya.

Selain itu, Fary juga bertemu dengan Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) yang mewakili industri galangan kapal. Executive Chairman BSOA, Novi Hasni, berharap BP Batam dapat membantu menyelesaikan berbagai tantangan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan galangan kapal di Batam.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap BP Batam bisa memfasilitasi penyelesaian berbagai kendala yang kami hadapi dalam operasional sehari-hari,” kata Novi. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update