Jumat, 16 Januari 2026

BP Batam Matangkan Arah Ekonomi Baru Pasca 3 Regulasi Strategis

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– BP Batam bersama Dewan Pengawas (Dewas) menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas agenda strategis penguatan tata kelola, akselerasi kinerja, dan arah kebijakan ekonomi ke depan, Jumat (31/10) kemarin.

Dalam rapat itu, sejumlah isu strategis menjadi perhatian, mulai dari realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), evaluasi kinerja lembaga, perkembangan proyek Rempang Eco-City, hingga kesiapan implementasi tiga peraturan pemerintah (PP) baru, yaitu PP Nomor 25, 28, dan 47 Tahun 2025. Ketiga regulasi itu disebut akan menjadi tonggak baru penguatan kelembagaan BP Batam dan arah pembangunan ekonomi kawasan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut, penerapan tiga PP tersebut menjadi fondasi bagi penataan ulang sistem kelembagaan dan pengelolaan investasi di Batam. Perubahan regulasi akan memperjelas kewenangan, memperkuat akuntabilitas, dan menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha.

“Kami tengah menyiapkan regulasi turunan dari tiga PP terbaru agar iklim investasi di Batam tetap kondusif dan aman. Tahun 2026 akan menjadi momentum lompatan besar bagi Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

BACA JUGA: Walikota Amsakar Tekankan Peran Strategis Mubalig dalam Pembangunan Kota Batam

Ia menjelaskan, langkah penyesuaian ini dilakukan seiring dengan capaian positif realisasi investasi hingga Oktober 2025 yang mencapai Rp54,7 triliun atau 91,22 persen dari target Rp60 triliun. Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi pendorong utama, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menunjukkan tren peningkatan.

Menurut Amsakar, keberadaan regulasi baru memberi peluang untuk memperbaiki sistem layanan dan memperkuat tata kelola lembaga. Salah satu prioritas utama BP Batam adalah meningkatkan efektivitas pelayanan investasi dan mempercepat pengelolaan lahan agar lebih efisien dan transparan.

“Hasil rapat ini akan segera kami tindak lanjuti dengan rencana aksi di masing-masing unit kerja. Harapannya, pertumbuhan investasi dapat memberi kontribusi besar terhadap ekonomi Batam,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan apresiasi atas kinerja BP Batam dalam menjaga pertumbuhan investasi dan realisasi PNBP. Ia menilai Batam telah menunjukkan kemampuan adaptif menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global.

“Realisasi investasi Batam menunjukkan hasil menggembirakan. Dengan kolaborasi yang solid dan kebijakan yang tepat, saya yakin Batam akan terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis,” ujarnya.

Anggota Dewas BP Batam, Elen Setiadi, menambahka, implementasi tiga PP baru menuntut kesiapan internal yang matang. BP Batam telah berada di jalur yang tepat, namun perlu memperkuat sistem pelayanan perizinan agar reformasi kelembagaan berjalan optimal.

“Pelaksanaan program BP Batam sudah berjalan baik, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, terutama dalam pelayanan perizinan dan efisiensi pengelolaan aset,” kata dia.

Rakor tersebut juga membahas sinergi antarunit untuk memastikan seluruh indikator kinerja utama dapat tercapai secara optimal. Dengan fondasi regulasi yang baru dan capaian investasi yang solid, BP Batam berharap tahun 2026 menjadi momentum transformasi besar (*)

Reporter: Arjuna

Update