Senin, 16 Februari 2026

BP Batam mulai Bangun Jalan Menuju Lahan Relokasi Warga Rempang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Proses pembangunan akses jalan menuju lahan relokasi warga Rempang

batampos– BP Batam mulai membangun jalan menuju ke lokasi relokasi warga Rempang, Kamis (14/9). Jalan yang dibangun itu dimulai dari camp vietnam, Sijantung, Galang.

Pantauan Kamis (14/9),  pembukaan jalan itu tak  jauh dari gereja yang ada di Kawasan Camp  Vietnam, Galang. Jalan tersebut nantinya akan melewati daerah Kawasan Dapur 3.

Pembukaan jalan itu hanya baru beberapa puluh meter saja. Terlihat sepanjang jalan yang baru dibuka itu ada patok berwarna merah.


Tak jauh dari lokasi pembukaan jalan, salah seorang warga yang mengaku memiliki kebun seluas 1 hektar, Anjur Sihite membenarkan, bahwa jalan yang dibuka itu menuju ke Sijantung.

“Katanya begitu, menuju lokasi relokasi,” kata Anjur Sihite kepada Batam Pos, Kamis (15/9).

BACA JUGA: Menteri Investasi RI Dukung Percepatan Relokasi Masyarakat Rempang

Ia mengatakan, dirinya sudah diberitahu oleh petugas yang memasang patok.  Menurut Anjur, petugas itu meminta dirinya untuk berhenti berkebun.

Selain itu, pohon-pohon yang ada di perkebunannya akan diganti rugi. Namun, ia mengaku tidak tahu berapa nilai ganti ruginya

“Kami hanya berharap, ganti ruginya setimpal,” ujar Anjur.

Batam Pos mencoba menyusuri ke lokasi relokasi, yang tak jauh dari pembangunan jalan awal tersebut.  Warga sekitar sana, menyebut lokasi relokasi itu Caros, yang tak jauh dari Ulu Gong, Sijantung.

Lokasi yang diperkirakan menjadi kawasan perumahan warga Rempang tersebut, masih berupa hutan dan semak belukar.

Masih belum kelihatan yang mana jadi area perumahan. Hanya terlihat patok-patok saja. Area yang diperkirakan jadi perumahan itu, konturnya lebih didominasi bukit-bukit kecil, lembah. Tak jauh dari lokasi, terlihat kawasan laut. Dari data BP Batam, luas area perumahan itu sekitar 470 hektar.

Dari brosur yang disebarkan BP Batam, tidak hanya ada dibangun rumah tipe 45 diatas tanah seluas 500 meter saja. Namun, di kawasan itu juga dilengkapi air bersih, listrik, jalan lebar 8 meter, rumah ibadah, gedung pendidikan mulai dari SD hingga SMA, dermaga, puskesmas, pasar, makam, lapangan bola dan akses jalan utama.

Meskipun brosur ini memperlihatkan betapa lengkapnya fasilitas di kampung tersebut. Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan mengenai pembangunan perumahan tersebut.

“Siapa yang menjamin, atau memastikan rumah itu akan dibangun hingga selesai. Bagaimana jika rumah itu tak jadi dibangun?, siapa yang bertanggung jawab?. Saat relokasi, bagaimana dengan pekerjaan saya?,” kata beberapa warga Rempang yang ditemui Batam Pos, Kamis (14/9).

Selain itu, pertanyaan berapa ganti rugi per tumbuhan yang ditanam masyarakat? Hal itu juga tak terjawab oleh tim sosialisasi dari BP Batam yang turun ke beberapa kampung di Rempang.

“Bagaimana kami mau relokasi, pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan, tak dapat dijawab. Jika ada jawaban, malah di suruh kami ke PTSP. Atau malah dibilang, nanti kami tanyakan ke atasan,” ujar salah seorang warga di Pasir Panjang, Rempang.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, bahwa masyarakat tidak puas atas jawaban dari pihak pemerintah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tak terjawab dengan tuntas.

“Pemimpin (Kepala BP Batam) sebentar lagi akan berganti. Siapa yang menjamin, semua yang direncanakan terlaksana. Kami sudah terlanjur serahkan tanah kelahiran kami, tapi rumahnya ternyata tak kunjung dibangun,” tuturnya.

Sementara itu, warga Rempang lainnya, Subhan mengatakan, sudah ada jawaban atas nasib nelayan. Lalu, bagaimana dengan para petani.

“Kami bertani di lahan seluas 500 meter. Itu bukan bertani, tapi menanam bunga,” tuturnya.

Ia mengatakan, hanya bisa bertani dan tidak memiliki keahlian lainnya. “Apakah alat tani kami diganti?, tak ada jawaban atas itu,” ujarnya.

Terkait pembangunan jalan, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait membenarkannya. “Iya, sedang buka akses jalan,” katanya.

Ia mengatakan, sejauh ini baru pembangunan akses jalan. Begitu akses jalan selesai dibuka, barulah dilanjutkan pembangunan rumah.

“Belum. Baru buka jalan dulu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai tidak optimalnya tim sosialisasi BP Batam serta tak bisa menjawab pertanyaan masyarakat.  Ariastuty  mengatakan, akan menanyakan hal tersebut dahulu. (*)

reporter: juanda

Update