
batampos – BP Batam terus mengembangkan konektivitas internasional dengan membahas pembukaan rute feri baru Batam-Johor bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) AM Putranto.
Jalur ini direncanakan akan dioperasikan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) guna meningkatkan mobilitas penumpang dan kendaraan antara Indonesia dan Malaysia.
Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Dendi Gustinandar, memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan untuk menyambut rute baru ini. Dari sisi pelabuhan, segala fasilitas telah siap dan akan beroperasi di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar.
“Kalau untuk kapal dan hal-hal teknis lainnya, itu lebih baik ditanyakan langsung ke ASDP. Kami sebagai penyelenggara pelabuhan tentunya siap dengan sisi pelabuhan,” katanya, Jumat (14/3).
Dia menyampaikan, rencana pembukaan rute Batam-Johor ini nantinya akan melayani penumpang, baik orang maupun kendaraan. Namun, untuk realisasi operasionalnya masih menunggu kesiapan dari pihak penyedia kapal.
Dendi menekankan, dari sisi BP Batam, tidak ada kendala berarti dalam hal fasilitas pelabuhan. “Intinya kesiapan kami untuk pelabuhan sudah siap. Tinggal dari sisi kapalnya saja,” lanjutnya.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis, menyebut bahwa pihaknya masih melakukan kajian lebih lanjut mengenai rute ini. Hingga kini, belum ada gambaran pasti mengenai operasional kapal maupun teknis lainnya.
“Kami tentu merespons positif, terlebih jika ini menjadi kebijakan negara. Para pimpinan kami juga telah membahasnya dan merespons wacana tersebut,” kata dia.
Meski begitu, ia menyebut realisasi jalur ini masih memerlukan evaluasi lebih lanjut. Berbagai aspek, mulai dari operasional sampai pada regulasi, perlu mendapat perhatian khusus sebelum rute ini dapat diwujudkan.
Menurut Hermin, pembukaan rute feri Batam-Johor harus dikaji secara mendalam agar dapat berjalan dengan optimal. Keamanan, kelayakan kapal, serta potensi pasar menjadi beberapa faktor yang harus dipertimbangkan.
Jika terealisasi, jalur ini diperkirakan akan menjadi alternatif transportasi yang signifikan bagi masyarakat yang ingin bepergian antara Batam dan Johor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah. (*)
Reporter: Arjuna



