Minggu, 25 Januari 2026

BP Batam Pertimbangkan Kaji Ulang PKS dengan PT BIB

Pembangunan Bandara Hang Nadim Dinilai Lamban, Amsakar Siapkan Perombakan PKS

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Bandara Hang Nadim, Batam. (f. Putut Ariyo / Batam Pos)

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan kekhawatirannya terhadap lambannya perkembangan pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang kini dikelola oleh PT Bandara Internasional Batam (BIB).

Dia membuka peluang untuk melakukan kaji ulang terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah disepakati, sebagai upaya percepatan proyek strategis tersebut.

“Sementara ini pekerjaan yang sedang berjalan silakan dilanjutkan, termasuk yang sudah ditenderkan. Tapi ke depan, kita sangat mungkin melakukan kaji ulang terhadap PKS,” katanya, Jumat (11/7).

Menurutnya, kaji ulang diperlukan agar optimalisasi pembangunan BIB bisa dilakukan sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Pasalnya, hingga memasuki tahun keempat sejak penandatanganan PKS, progres proyek dinilai belum signifikan.

“Pergantian ke Bandara Internasional Batam itu perjalanannya relatif lambat. Kita ingin detail dari PKS ini dibahas lebih lanjut agar bandara bisa segera beroperasi dan pekerjaan ini tuntas,” jelas Amsakar.

Sebagai lembaga yang diberi amanah negara, BP Batam dan Pemko Batam memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan yang nyata dan signifikan, khususnya dalam pengelolaan aset strategis seperti bandara.

“Ini bagian dari ikhtiar kami. Salah satunya dengan membenahi kerja sama yang sudah ada,” kata Amsakar.

Terkait langkah konkret, ia menyebut akan memformulasikan sejumlah peraturan kepala (Perka) sebagai dasar perbaikan PKS sebelum dilakukan pembahasan lanjutan. “Setelah itu berjalan, kita bisa berdiskusi lagi,” tambahnya.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penataan ulang atas struktur kerja sama, termasuk menyangkut komposisi saham dan pembagian keuntungan (share) antara para pihak.

“Kalau memang ada problem soal saham, ya kita perbaiki. Kalau ada pihak yang seharusnya mendapat porsi lebih besar tapi justru lebih kecil, itu akan kita bahas juga,” katanya.

Pada akhirnya, Amsakar memastikan bahwa tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah mempercepat operasionalisasi BIB sebagai pintu gerbang utama Batam yang mampu bersaing secara global.

“Intinya kami ingin barang ini cepat dijalankan,” ujar dia. (*) 

Reporter: Arjuna

Update