
batampos – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepri menggelar pelatihan dan workshop selama tiga hari, Selasa-Kamis (12-14/9), di Hotel Planet Holiday, Batam. Kegiatan itu diikuti seratus lebih peserta dari sejumlah instansi, lembaga, hingga kemitraan dalam penangulangan bencana di Kepri.
Ada enam narasumber berkompeten dari berbagai lembaga daerah hingga nasional yang menjadi pemateri dalam kegiatan bertajuk “Koloborasi Entitas Kesiapsiagaan Mewujudkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Penangulangan Bencana Provinsi Kepri”.
“Kegiatan kami gelar selama tiga hari, dengan narasumber dari provinsi Kepri hingga daerah. Untuk peserta, totalnya 125 orang,” ujar Ketua Panitia Abdul Basir yang juga sebagai Kasi Pencegahan BPBD Propinsi Kepri.
Baca Juga: BP Batam mulai Bangun Jalan Menuju Lahan Relokasi Warga Rempang
Menurut dia, dalam kegiatan tersebut para peserta diberi edukasi terkait bencana alam dan mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana alam atau setelah terjadinya bencana alam. Apalagi untuk wilayah Kepri yang 98 persennya adalah lautan, cukup memiliki ancaman bencana yang cukup tinggi, meski berbeda dengan daerah lainnya.
Beberapa bencana yang kerap terjadi di wilayah Kepri, seperti cuaca ekstrem (seperti angin kencang, ombak tinggi hingga puting beliung, banjir rob), banjir karena pembangunan drainase yang kurang maksimal, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Karena itu, selama kegiatan berlangsung para peserta diajarkan dan dilatih bagaimana cara menghadapi bencana. Mereka di edukasi, terkait pra bencana dan setelah bencana. Karena ternyata masih banyak peserta yang belum paham bagaimana menghadapi bencana yang rawan di Kepri,” sebut Basir.
Baca Juga: Kepada Mahasiswa, Rudi Paparkan Proyek Pengembangan Rempang Eco City
Selain berbagi ilmu, selama kegiatan berlangsung juga ditampung berbagai ide dari para peserta dalam hal pencegahan becana, serta bagaimana menangani bencana yang terjadi di Kepri. Bahkan kedepannya, juga direncanakan kegiatan simulasi atau praktek pencegahan bencana.
“Kalau kegiatan tiga hari kemarin lebih ke pelatihan dan pengetahuan, serta berbagai ilmu. Kedepannya akan ada kegiatan simulasi langsung terkait pencegahan hingga penanganan bencana” tegas Basir.
Ia berharap, dengan pelatihan tersebut para peserta bisa lebih paham dan siap dalam menghadapi bencana. Serta bisa berbagai ilmu dan pengetahuan kepada masyarakat lainnya.
“Dalam kegiatan tersebut juga ada deglarasi. Dan persamaan visi misi dalam hal penangulangan bencana,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yashinta



