Jumat, 30 Januari 2026

BPS: Penumpang Udara dan Laut Batam Turun, Kargo Internasional Melonjak

spot_img

Berita Terkait

spot_img
AKtivitas pelabuhan Batu Ampar di Batam (istimewa)

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik di Kota Batam pada Februari 2025 sebanyak 275.519 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 16,11 persen dibandingkan Januari 2025.

“Penurunan jumlah penumpang ini merupakan hal yang lumrah, mengingat Februari memiliki jumlah hari yang lebih sedikit, sehingga aktivitas penerbangan dan pelayaran cenderung menurun,” ujar Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, Minggu (13/4).

Berdasarkan data, jumlah penumpang angkutan udara domestik tercatat sebanyak 275.519 orang, turun 16,11 persen dibanding Januari 2025 yang mencapai 328.430 orang. Jumlah penumpang yang datang ke Batam sebanyak 135.758 orang, turun 17,80 persen. Sementara itu, penumpang yang berangkat dari Bandara Hang Nadim tercatat 139.761 orang, turun 14,40 persen.

Untuk penumpang internasional, tercatat sebanyak 8.476 orang, juga mengalami penurunan sebesar 4,83 persen. Rinciannya, penumpang yang datang menurun dari 4.599 orang menjadi 3.912 orang, sementara yang berangkat justru meningkat dari 4.307 menjadi 4.564 orang, atau naik sebesar 5,97 persen.

Tak hanya di udara, moda transportasi laut juga mencatat penurunan jumlah penumpang. Jumlah penumpang angkutan laut domestik tercatat sebanyak 285.210 orang, turun 19,23 persen dibanding Januari. Rinciannya, sebanyak 147.030 penumpang datang ke Batam, sementara 138.180 penumpang berangkat dari pelabuhan di Batam.

“Untuk penumpang laut internasional, jumlah kedatangan sebanyak 185.959 orang, turun 23,91 persen dari bulan sebelumnya. Sedangkan keberangkatan tercatat 199.976 orang, turun 7,93 persen,” jelas Eko.

Sementara itu, dari sisi logistik, trennya justru berbeda. Angkutan udara domestik mengalami penurunan volume bongkar sebesar 52,85 persen menjadi 1.209,53 ton. Namun, volume muat kargo justru naik 8,04 persen menjadi 643,46 ton.

Untuk kargo internasional, volume bongkar turun menjadi 3,99 ton, sementara volume muat naik menjadi 1,43 ton atau meningkat 35,97 persen dibanding Januari.

Berbeda dengan udara, angkutan barang lewat laut menunjukkan tren positif. Volume bongkar barang domestik tercatat naik 17,08 persen menjadi 871.513 ton, sedangkan volume muat naik 8,04 persen menjadi 236.926 ton.

Kenaikan juga terjadi pada volume bongkar barang internasional yang melonjak 25,54 persen menjadi 431.386 ton. Namun, volume muat barang internasional justru menurun 38,01 persen dari bulan sebelumnya menjadi 187.718 ton.

“Kenaikan kargo laut, khususnya internasional, menjadi indikator meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang yang patut kita dorong terus ke depannya,” terang Eko. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update