
batampos – Macet di jam sibuk jadi keluhan serius masyarakat penggunaan jalan di Sagulung dan Batuaji. Kemacetan yang memakan waktu hingga sejam ini menghambat aktifitas atau pekerjaan warga.
Penyebab kemacetan adalah jalan rusak. Perlu ada perbaikan dan pelebaran jalan R Suprapto secara merata agar mengurangi risiko kepadatan arus lalulintas ini.
Seperti yang diberitakan sebelum sebelumnya ada dua titik lokasi kemacetan di jalan R Suprapto, Batuaji yakni di lokasi jalan rusak depan kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza dan di lokasi jalan rusak turunan bukit Daeng dari arah Mukakuning.
Butuh waktu di atas 30 menit jika berkendara menggunakan mobil di pagi dan sore hari yang merupakan jam sibuk. “Kadang bisa satu jam juga karena sudah berlubang ruas jalan dua jalur ini juga belum ada pelebaran. Sudah terlampau sempit dibandingkan dengan jumlah kendaraan saat ini,” ujar Ummar, warga Batuaji yang bekerja di Mukakuning, Selasa (20/2).
Warga berharap agar persoalan ini segera ditanggapi pihak pemerintah terkait demi kelancaran arus lalulintas dan aktifitas masyarakat. Jika ini tetap dibiarkan maka risiko bukan saja pada kenyamanan dan keamanan pengendara tapi juga perekonomian Batam karena pekerjaan masyarakat jadi terhambat. Pengantaran barang produksi misalkan berdampak karena terlambat sampai ke tempat tujuan.
“Sering kali terlambat karena memang macetnya luar biasa. Padahal orang yang kerja di perusahaan butuh material ini secepatnya, ” ujar Johandri, sopir trailer yang mengantarkan barang produksi ke lokasi galangan kapal di Tanjunguncang.
Pantauan Batam Pos di lapangan, jalan R Suprapto yang ada di Batuaji dan Sagulung ini sebagiannya sudah dilebarkan jadi lima lajur. Namun pelebaran di tahun 2023 lalu ini belum merata. Lokasi kemacetan yang dikeluhkan masyarakat penggunaan jalan ini belum disebarkan. Ruas jalan terlihat tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang melintas di waktu bersamaan. Siang hari pun kadang ada kemacetan juga. (*)
Reporter: Eusebius Sara



