
batampos – Perum Bulog Batam memastikan ketersediaan beras mencukupi untuk empat hingga lima bulan ke depan, termasuk dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Batam, Guido XL Pereira.
Menurut Guido, saat ini stok beras di gudang Bulog Batam mencapai 2.200 ton, ditambah 500 ton beras PSO (Public Service Obligation) untuk wilayah Karimun, sehingga total stok mencapai 2.700 ton.
“Dengan jumlah ini, stok beras dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam dan Karimun hingga beberapa bulan ke depan,” ujarnya, Kamis (27/2).
Bulog Batam tidak hanya menyediakan beras PSO, yang merupakan jenis beras medium dalam kemasan 5 kilogram dengan harga Rp11.300 per kilogram di gudang dan Rp13.300 per kilogram di pasar.
Guido menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai praktik pelanggaran harga yang dilakukan pedagang di pasar.
Bulog Batam bersama mitra Rumah Pangan terus memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
“Kebutuhan masyarakat Batam yang dilayani Bulog dan mitra Rumah Pangan mencapai 200 hingga 300 ton per bulan. Dengan stok yang ada saat ini, persediaan beras bahkan dipastikan cukup hingga Iduladha mendatang,” jelasnya.
Sementara itu, beras impor yang masuk ke Batam tidak didatangkan langsung dari Vietnam, melainkan melalui Dumai dan Jakarta.
Selain beras, Bulog Batam juga memiliki stok minyak goreng merek Kita sebanyak 800 kilogram dalam kemasan 1 kilogram dengan harga Rp16.500 per kilogram. Namun, pasokan dari pusat masih terbatas, sehingga distribusi minyak goreng ini belum berjalan lancar.
Adapun untuk gula, Bulog Batam menjualnya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, stok gula yang tersedia mencapai 850 kilogram dengan harga jual Rp15.000 per kilogram.
Bulog Batam menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Dengan stok yang terjaga, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras, minyak goreng, dan gula dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya. (*)
Reporter: Azis Maulana



