Selasa, 13 Januari 2026

Busker Bergembira, Hidupkan Lagi Semangat Seni di Kampung Melayu Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Busker Bergembira di Kampung Melayu, sebuah kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian masyarakat.

batampos – Suara musik Melayu berpadu dengan dentingan gitar klasik mengalun di Kampung Melayu, Batu Besar, Sabtu (18/10) malam. Di bawah lampu panggung sederhana, warga dari berbagai usia tampak larut dalam suasana penuh tawa dan nyanyian.

Itulah wajah dari “Busker Bergembira di Kampung Melayu”, sebuah kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian masyarakat.

Acara ini dikemas dengan konsep hiburan rakyat, menampilkan beragam pertunjukan dari warga setempat, mulai dari musik pop era 60-an, lagu-lagu Melayu, tarian tradisional, hingga pembacaan puisi. Semua tampil dengan semangat dan kebanggaan khas kampung pesisir.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, mengatakan kegiatan ini merupakan wadah bagi masyarakat untuk menggali dan menumbuhkan potensi seni budaya di kampung-kampung tua.

Baca Juga: Amankan Situasi Akhir Pekan, Polresta Barelang Patroli Cipkon

“Kita undang seniman kampung yang punya potensi untuk tampil. Mereka berlatih sendiri, lalu menampilkan karyanya di panggung yang sudah kami siapkan lengkap dengan sound system dan lighting,” ujar Samson.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pelaku seni yang selama ini tidak memiliki tempat untuk tampil. Banyak grup musik kampung yang sudah lama vakum kini bisa kembali aktif berlatih.

“Selama ini mereka punya grup, tapi tidak pernah tampil karena tak ada panggung. Jadi kami hadir memberikan ruang agar mereka bisa eksis lagi. Masyarakat terhibur, anak-anak muda pun bisa tahu ini loh kesenian Melayu merek, baik musik, tari, maupun nyanyian,” jelasnya.

Menurut Samson, kegiatan ini juga bagian dari upaya pemerintah menjaga eksistensi kesenian tradisional di tengah gempuran budaya modern.

“Pemerintah punya kewajiban menjaga keberlanjutan kesenian. Kita tak mungkin melatih terus, tapi bisa memberi laluan atau panggung agar mereka hidup dan berkembang,” katanya.

Acara yang berlangsung hingga malam itu menampilkan sejumlah kelompok musik lokal seperti AZ Band yang membawakan lagu-lagu pop 60-an, grup Malay Akustik, dan beberapa penampil solo dari warga Kampung Melayu. Tidak hanya pertunjukan, Disbudpar juga menyiapkan photo booth untuk pengunjung yang ingin mengabadikan momen kebersamaan tersebut.

Baca Juga: Lima Korban Ledakan Kapal Federal II Masih Dirawat, Satu Masih di Ruang ICU

Antusiasme warga sangat tinggi. Sejak sore, halaman fasum kampung sudah dipenuhi warga yang datang membawa keluarga. Anak-anak ikut berjoget di depan panggung, sementara orang tua menikmati nostalgia lagu-lagu klasik.

Kegiatan Busker Bergembira kali ini merupakan gelaran keempat yang dilaksanakan Disbudpar Batam. Sebelumnya kegiatan serupa digelar di Pantai Dendang Melayu dan Tanjung Riau. Dua lokasi berikutnya akan dilaksanakan pada November mendatang, dengan tempat yang masih dalam tahap penentuan.

Salah satu musisi lokal, Nurjali, pendiri AZ Band, mengaku bersyukur mendapat kesempatan tampil di acara tersebut. “Selama ini kami hanya latihan-latihan saja. Sekarang diberi panggung, semangat kami tumbuh lagi. Anak-anak muda jadi lebih giat berlatih. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa rutin, supaya musisi di Batu Besar terus mendapat ruang,” ujar Nurjali.

Bagi masyarakat Kampung Melayu, kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi napas baru yang menghidupkan kembali rasa cinta terhadap seni dan budaya lokal.

“Konsepnya sederhana, tapi maknanya besar. Dari, oleh, dan untuk masyarakat,” tambah Nurjali.

Dengan dukungan penuh dari Disbudpar, Busker Bergembira diharapkan menjadi agenda rutin yang tak hanya menumbuhkan kreativitas warga, tetapi juga menguatkan identitas Batam sebagai kota yang berakar kuat pada budaya Melayu. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update