
batampos – Stok cabai di pasaran Batam beberapa minggu terakhir melimpah namun pembeli sepi usai lebaran Idulfitri. Harga cabai di pasaran Batam dijual berkisar Rp 27 hingga Rp 37 ribu per kg.
Harga ini berlaku untuk seluruh jenis cabai, baik cabai merah keriting, cabai rawit hingga cabai setan. Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, stok cabai berlimpah karena banyak datang dari berbagai daerah.
Berlimpahnya stok, awalnya sebagai langka antisipasi terjadinya lonjakan harga saat lebaran atau usai lebaran.
“Ya benar, cabai di Batam saat ini berlimpah. Hal ini sebagai antisipasi saat lebaran dan usai lebaran lalu,” ujar Gustian.
Baca Juga: BP Batam Terima Kunjungan Taipei Economic and Trade Office
Namun berlimpahnya stok cabai di Batam menimbulkan permasalahan baru. Para distributor terpaksa menjual cabai dengan harga modal, karena stok cabai mereka berlimpah.
“Nah cabai berlimpah, ada masalah lain. Distributor menjual dengan harga modal, ” jelas Gustian.
Menurut dia, sejumlah distributor juga mengeluh, karena tak mendapatkan untung dari jualan mereka. Kondisi tersebut juga diluar dari prediksi awal.
Baca Juga: Bandara Hang Nadim Terima Penerbangan Carter Korea Selatan-Batam Pada 20 Mei Mendatang
“Ya itu, diluar prediksi. Maksud awal agar stok di Batam tak kurang, karena kami pikir usai lebaran beberapa pertanian bakal stop bertani beberapa saat, ternyata tidak, ” ungkapnya.
Karena itu, hari Senin depan pihaknya akan memanggil distributor, termasuk distributor telur. Untuk merapatkan kondisi banjirnya telur dan cabai di Kota Batam, yang dijual dengan harga modal.
“Senin kami akan panggil distributor untuk membahas situasi ini,” pungkas Gustian.(*)
Reporter: Yashinta



