
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah lanjutan dengan memanggil calon murid bermasalah untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang masih memiliki sisa kuota. Namun, penempatan ini tetap tergantung pada kesediaan orang tua.
Bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendaftaran, Disdik membuka posko di Gedung Gurindam pada 2 hingga 4 Juli 2025. Di sana, warga dapat mengisi formulir dan surat pernyataan bersedia ditempatkan di sekolah dengan sisa kuota.
Disdik Batam menegaskan bahwa sistem penerimaan dilakukan bertahap untuk efisiensi kuota. Sisa dari jalur afirmasi dan mutasi akan langsung dialihkan ke jalur domisili agar kuota tetap terisi maksimal tanpa melanggar regulasi.
Baca Juga: Posko Penyaluran Murid Baru Diserbu Orangtua, Pemerintah Pastikan Tak Ada Siswa Tertinggal
Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto menyatakan bahwa beberapa sekolah mengalami kelebihan maupun kekurangan siswa. Pihaknya akan segera merilis data lengkap mengenai sekolah-sekolah yang masih kekurangan peserta didik dan siswa yang belum tertampung.
“Data itu akan kami rilis sekalian, baik siswa yang tidak tertampung maupun sekolah yang masih kekurangan siswa atau rombongan belajar,” kata Tri.
Ia menegaskan bahwa solusi paling realistis saat ini adalah mendistribusikan siswa ke sekolah yang masih memiliki kuota, karena menambah rombel tidak diperkenankan oleh aturan Kemendikbudristek.
Pemerintah juga tengah menyiapkan skema bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Bantuan ini khusus diberikan kepada keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DT-SEN).
Aplikasi khusus telah disiapkan untuk mendata siswa penerima bantuan. Data tersebut akan diverifikasi bersama Dinas Sosial guna memastikan kelayakan.
Baca Juga: 1.039 Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri, Disdik Batam Buka Pendaftaran hingga 4 Juli
Sistem ini, lanjut Tri, akan otomatis menampung data siswa yang tidak lulus dan belum tertampung, lalu disalurkan ke sekolah swasta yang bekerja sama dalam program bantuan tersebut.
Namun, Tri menegaskan bahwa keputusan penempatan tetap akan mempertimbangkan kesiapan dan kemauan orang tua, tidak semata berdasarkan kondisi ekonomi.
Untuk jenjang SMP, data siswa tidak tertampung dan kekurangan daya tampung sekolah akan diumumkan menyusul setelah proses pengumuman hasil PPDB SMP selesai. “Kami fokus selesaikan data SD terlebih dahulu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



