Senin, 19 Januari 2026

Cegah Kasus Kekerasan Seksual Anak, Ini Tips dari Kasat Reskrim dan LPA Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Kasus kekerasan seksual anak yang ditangani pihak kepolisian terus bertambah. Kasus ini terjadi setiap bulannya, dengan pelaku mayoritas orang terdekat korban.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono meminta para orangtua untuk mengedukasi anaknya agar tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.

“Termasuk orang terdekat. Apalagi mengiming atau memberikan sesuatu agar tertarik,” ujar Budi, Selasa (21/11).

Baca Juga: Dua Tersangka Penyebar Hoaks Tentang Ustaz Abdul Somad Diserahkan ke Kejari Batam

Budi juga mengimbau para orangtua untuk tidak melepaskan atau menitipkan anak kepada orang lain yang belum bisa dipercaya.

“Kalau memang ada waktu tetap dijaga anaknya. Atau lepaskan dengan orang yang sangat dipercaya,” katanya.

Menurut Budi, selain orangtua, pencegahan kasus kekerasan seksual anak ini juga merupakan tugas bersama. Ia mengimbau semua pihak untuk bersama-sama mengawasi dan melindungi anak-anak.

“Dari keluarga, dari pihak sekolah harus ikut ambil andil juga. Agar tidak terjadi kasus kekerasan anak lagi di kota Batam ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Banyak Gagal ke Malaysia, Penyalur PMI Ilegal di Batam Ubah Negara Tujuan

Sementara Sekretaris LPA Batam, Erry Syahrial mengatakan terus bertambahnya kasus kekerasan seksual anak di Batam karena belum ada peningkatan kewaspadaan orangtua dan lingkungan sekitar.

“Memang kasus kekerasan seksual anak ini akan terus bertambah. Pengawasan orangtua masih kurang, dan kepedulian lingkungan juga,” kata Erry.

Menurut Erry, kasus kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh orang terdekat bisa dicegah dengan perhatian bersama, khususnya tetangga.

“Keluarga merupakan tempat ternyaman bagi anak. Tapi dikeluarga itu, anak tidak terlindungi. Maka, peran tetangga itu sangat penting,” ujar Erry.

Erry meminta para tetangga untuk saling peduli dengan keberadaan anak. Menurut dia, tetangga bisa melakukan pengawasan dengan anak di sekitarnya.

“Batam ini kota urban, tidak seperti di kampung. Jadi tetangga itu bisa mengawasi hal-hal yang mencurigakan,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

 

Update