Jumat, 16 Januari 2026

Cegah Longsor Susulan di Seibeduk, Warga Minta Pemasangan Batu Miring

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan Bukit Kemuning, Seibeduk longsor, Rabu (1/3). F Dalil Harahap/batam Pos

batampos – Banjir dan longsor yang terjadi beberapa pemukiman dan jalan di wilayah Kecamatan Seibeduk, Selasa (28/1), perlahan diatasi. Korban banjir yang semula mengungsi kini sudah bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Begitu juga dengan tumpukan tanah longsor di tanjakan jalan Bukit Kemuning sudah dibersihkan.

Namun, warga berharap ada tindak lanjuti dari instansi terkait agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi ke depannya. Untuk persoalan banjir di Kelurahan Mangsang diharapakan adanya normalisasi drainase induk sehingga air bisa mengalir lancar hingga ke hilir.

Baca Juga: 2 Rumah di Tiban Lama Tertimpa Tanah Longsor

Sementara untuk masalah tanah longsor warga minta agar segera dibangun tembok penahan atau pemasangan batu miring agar kedepannya tidak terjadi lagi.

“Kemarin orang kecamatan dan kelurahan sudah datang dan kita minta untuk pemasangan batumiring sekitar dua sampai tiga meter. Ini rawan longsor karena lereng bukit,” ujar ketua RW 19, Pancur Baru, Kelurahan Duriangkang, Salim Hidayat.

Seperti diketahui lingkungan pemukiman warga Kaveling Pancur Baru juga terjadi longsor. Longsor terjadi di blok ujung yakni blok K yang berbatasan langsung dengan lokasi perbukitan. Tanah dari atas bukit turun hingga ke jalan pemukiman warga di blok K.

Baca Juga: Khawatir Terjadi Longsor Susulan di Bukit Kemuning, Dewan Minta Dinas PU Segera Ambil Tindakan

Longsoran ini belum bisa dibersihkan karena keadaan tanah yang masih basah dan kuatir akan terjadinya longsor susulan. Warga dan tokoh masyarakat setempat berharap agar segera dibangun tembok pembatas atau Batumiring untuk membendung material tanah di lokasi longsoran tadi.

“Solusinya hanya itu. Batumiring dengan tinggi dua sampai tiga meter. Sudah kita sampaikan ke kelurahan dan pihak kecamatan,” ujar Salim. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Update