Kamis, 22 Januari 2026

Cegah Narkoba, Lapas Batam Perketat Pemeriksaan Pengunjung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Lapas Batam siapkan sandal untuk pembesuk. Humas lapas untuk Batam pos
batampos– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Batam memperketat prosedur pemeriksaan terhadap setiap pengunjung yang datang menjenguk warga binaan. Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) demi mencegah peredaran barang terlarang, terutama narkoba, di dalam lapas.

Setiap pengunjung wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan badan dan barang bawaan. Untuk pengunjung wanita, pemeriksaan dilakukan oleh petugas wanita di ruangan khusus yang disediakan guna menjaga kenyamanan dan privasi.
“Bukan untuk tujuan negatif, tetapi karena memang sudah SOP seperti itu,” ujar Yugo, Jumat (27/6).
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan ketat ini sangat penting mengingat narkoba adalah barang berukuran kecil yang bisa diselipkan di mana saja, termasuk di dalam makanan atau pakaian. Alat pendeteksi memang tersedia, namun untuk narkoba, menurutnya, kurang efektif jika hanya mengandalkan alat tanpa pemeriksaan manual.
Pihak lapas juga menerapkan prosedur baru, yakni penyediaan sandal khusus bagi pengunjung. Alas kaki seperti sepatu atau sandal pribadi harus ditinggal sementara dan diganti dengan sandal dari pihak lapas selama berada di area kunjungan.
“Ini bagian dari upaya menutup semua celah penyelundupan,” katanya.
Pemeriksaan juga dilakukan secara teliti pada wanita berhijab, termasuk bagian kerudung, namun tetap dengan prosedur khusus di ruangan pemeriksaan tertutup yang hanya boleh dilakukan oleh petugas wanita.
“Kami pastikan tetap menjunjung etika dan kenyamanan pengunjung, tanpa mengabaikan SOP pengamanan,” kata Yugo.
Langkah-langkah ini, sambung Yugo, merupakan bentuk antisipasi menyeluruh terhadap berbagai modus penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas. Menurutnya, peredaran narkoba masih sangat rawan, sehingga tidak bisa ditoleransi sedikit pun.
 “Kita tidak ingin Lapas justru jadi tempat nyaman bagi peredaran narkoba,” tegasnya.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari keluhan sejumlah pengunjung, terutama kaum perempuan, yang merasa risih atau keberatan karena pemeriksaan dianggap terlalu mendalam hingga menyentuh area pakaian dalam. Terkait hal ini, pihak Lapas menegaskan bahwa penggeledahan dilakukan atas persetujuan pengunjung.
“Pengunjung terlebih dahulu ditanya apakah bersedia diperiksa. Bila menolak, kami tidak memaksa, tapi konsekuensinya tidak bisa masuk menemui warga binaan. Barang bawaan masih bisa dititipkan, tentunya setelah kami periksa,” ujar Yugo menjelaskan prosedur yang berlaku.
Menurut Yugo, upaya ini tak lain untuk menjaga ketertiban dan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan. Ia berharap masyarakat memahami bahwa tindakan ini bukanlah bentuk pelecehan atau tindakan sewenang-wenang, melainkan kewajiban yang harus dijalankan untuk mencegah masuknya narkoba dan barang terlarang lainnya.
“Kami selalu terbuka terhadap masukan, namun kami juga punya tanggung jawab untuk menjaga lingkungan lapas tetap bersih dari narkoba. Ini demi kebaikan bersama,” pungkasnya.
Reporter : Eusebius Sara

Update