
batampos – Kepala BC Batam, Zaky Firmansyah mengatakan pihaknya membutuhkan kolaborasi bersama seluruh aparat penegak hukum. Kolaborasi ini untuk mengawasi jalur maupun barang keluar dan masuk Batam.
“Batam ini unik. Masuk diawasi, keluarpun diawasi. Kerjanya double, dan perlu kolaborasi,” ujarnya di Kantor Bea Cukai Batam, Batu Ampar.
Selain aparat penegak hukum, kata Zaky, pihaknya juga membutuhkan kerjasama dari pengelola bandara dan pelabuhan. Sebab, saat ini tengah marak penyelundupan narkotika di jalur resmi.
“Jadi SDM Bea Cukai Batam tidak bisa sendiri. Bukan aparat penegak hukum saja, pengelola bandara dan pelabuhan juga,” katanya.
Zaky menegaskan pihaknya juga akan memperketat pengawasan di pelabuhan bongkar muat di Batu Ampar. Jalur ini kerap digunakan meyelundup dengan modus tidak sesuai dengan daftar manifest.
“Akan kita perkuat juga di kapal kontainer. Di semua sektor,” ungkapnya.
Zaky mengaku dengan kolaborasi tersebut, pihaknya bersama aparat penegak hukum lainnya bisa mencegah seluruh kegiatan dan barang ilegal yang masuk dan keluar Batam.
“Seperti penegahan sabu di laut, itu hasil kolaborasi yang baik. Ini akan kita pertahankan,” tutupnya.
Sebelumnya, Tim Gabungan dari Bea Cukai Batam, BNN, TNI AL, dan Polri berhasik menindak narkotika mencapai 4 ton. Penindakan ini dilakukan di 2 lokasi dalam waktu kurang dari sebulan. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



