
batampos – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Batam masih melakukan penyisiran di perairan sekitar Jembatan 1 Barelang untuk mencari Rivaldo Bagus Setiawan, pria yang diduga melompat dari jembatan tersebut pada Senin (11/8) dini hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pencarian hari pertama dimulai setelah laporan masuk sekitar pukul 07.00 WIB. Enam personel langsung dikerahkan ke lokasi bersama unsur SAR gabungan.
“Penyisiran dilakukan menggunakan rubber boat sejauh 1-2 mil dari lokasi yang diduga menjadi titik jatuh korban. Kami juga memanfaatkan teknologi drone thermal dan alat Aqua Ace untuk memantau dari udara dan permukaan air,” kata Dedius.
Baca Juga: Pria Diduga Lompat dari Jembatan 1 Barelang, Ditemukan Dua Kartu Identitas Berbeda
Namun, upaya pencarian terkendala cuaca buruk. “Intensitas hujan yang cukup tinggi memang sedikit menghambat jarak pandang dan pergerakan di lapangan, tapi tim tetap berupaya maksimal,” tambahnya.
Unsur SAR gabungan yang terlibat meliputi rubber boat Basarnas Batam, kapal RIB Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Polsek Sagulung, Ditpam, dan nelayan setempat.
Peristiwa ini bermula ketika seorang pria dilaporkan melompat dari sisi kiri Jembatan 1 Barelang, dari arah Dendang Melayu menuju Jembatan 2, sekitar pukul 01.00 WIB. Informasi awal diterima dari warga dan petugas Ditpam yang berjaga di pos jembatan.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan sepeda motor Honda Beat hijau putih BP 2938 ME dengan kunci masih tergantung. Di dalam jok motor terdapat dompet berisi KTP atas nama Hmad Adre (19), kartu Jamsostek, kartu berobat, dan KIS atas nama Rivaldo Bagus Setiawan.
Selain itu, ditemukan topi yang tergantung di kaca spion dan botol minuman beralkohol jenis whisky. Hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil. Polisi masih menyelidiki motif aksi tersebut dan memastikan identitas korban, meski ciri-ciri yang disebut saksi mengarah kepada Rivaldo yang terakhir terlihat mengenakan kaos putih. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



