Selasa, 27 Januari 2026

Cuaca Kepri Masih Labil Hujan Sporadis dan Gelombang Tinggi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Prakiraan pergerakan angin yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (BMKG/Antara)

batampos – Cuaca di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari ke depan diprediksi masih labil. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mencatat, kondisi atmosfer di wilayah utara Indonesia masih aktif membentuk awan hujan yang berdampak pada cuaca di daratan maupun perairan Kepri.

“Cuaca umumnya berawan, dengan potensi hujan yang bersifat sporadis atau tidak merata di sejumlah wilayah Kepri,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, Jumat (6/6).

Menurut dia, fenomena tersebut dipicu oleh intensitas pembentukan awan hujan yang masih tinggidi wilayah utara, sehingga hujan lebat secara tiba-tiba masih berpeluang terjadi, terutama pada sore dan malam hari.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Hujan yang datang mendadak dan disertai petir, kata dia, bisa membahayakan jika tidak diantisipasi.

“Warga diimbau berhati-hati. Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai petir,” pesannya.

BMKG juga merilis prakiraan cuaca maritim untuk periode Sabtu hingga Selasa, 7–10 Juni 2025. Dalam rilis tersebut, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 0,6 hingga 1,5 meter di Perairan Natuna dan Anambas. Kondisi ini dinilai cukup berisiko untuk pelayaran kapal kecil dan nelayan tradisional.

Peringatan dini pun dikeluarkan untuk aktivitas laut di wilayah tersebut, terutama pada Sabtu (7/6).

“Gelombang laut kategori sedang berpotensi terjadi. Kami minta pelaku pelayaran dan nelayan agar tidak memaksakan diri jika kondisi cuaca memburuk,” kata Ramlan.

Masyarakat juga diimbau memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman https://maritim.bmkg.go.id, guna memperoleh data prakiraan yang lebih akurat dan terkini.

Ramlan menegaskan, pola cuaca saat ini masih berada dalam fase peralihan musim, sehingga gejala ketidakstabilan atmosfer seperti angin kencang, hujan mendadak, dan petir sangat mungkin terjadi.

“Kondisi cuaca seperti ini perlu diantisipasi bersama. BMKG akan terus memberikan informasi terbaru untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya. (*) 

Reporter: Yashinta

Update