Senin, 12 Januari 2026

Dapur MBG Diawasi Ketat, DKPP Batam Pastikan Sayur dan Daging Bebas Bahan Kimia

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Murid SD di Batam menikmati makanan program MBG yang dibagikan di sekolah.

batampos – Sebelum bahan pangan segar seperti sayur dan buah tersaji di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam memastikan seluruh bahan tersebut aman dari kandungan pestisida dan bahan kimia berbahaya. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat rapid test untuk menjamin keamanan pangan bagi anak-anak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, mengatakan pihaknya baru saja menerima bantuan alat rapid test dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan tersebut.

“Pemprov Kepri memberikan satu kotak rapid test kepada DKPP Batam untuk pengecekan komoditas segar di dapur SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya, Senin (13/10).

Baca Juga: Orangtua di Tiban Keluhkan Menu MBG, Anak Dapat Jajanan Sachet dari Sekolah

Alat uji tersebut digunakan sekali pakai untuk mendeteksi kadar residu pestisida pada bahan pangan segar seperti sayur dan buah yang belum dimasak.

“Yang kita cek misalnya wortel, timun, anggur, cabai keriting, dan bawang merah. Kalau kadar residu di bawah ambang batas berarti aman, tapi kalau di atas batas hasilnya positif dan berbahaya untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Selain pangan asal tumbuhan (PSAT) seperti sayur dan buah, DKPP juga melakukan pemeriksaan terhadap pangan asal hewan, seperti daging sapi dan daging ayam, menggunakan rapid test khusus untuk mendeteksi adanya kandungan boraks dan formalin.

“Jadi selain pestisida di sayur dan buah, daging juga kita pastikan bebas boraks maupun formalin. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan semua bahan yang masuk dapur SPPG memenuhi standar keamanan pangan,” tambahnya.

Mardanis menegaskan, pengawasan dilakukan secara berkala karena residu pestisida maupun bahan kimia berbahaya bersifat akumulatif di dalam tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.

“Di Batam sendiri banyak petani semi organik, tapi hasilnya baru bisa memenuhi sekitar 15 persen kebutuhan. Selebihnya masih didatangkan dari luar daerah,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam juga mengimbau masyarakat untuk mencuci bahan segar menggunakan air garam atau cuka apel guna membantu melarutkan sisa pestisida sebelum dikonsumsi.

Mardanis menyebutkan, pengecekan terakhir dilakukan pada 25 September lalu oleh Wakil Gubernur Kepri bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri di tiga lokasi SPPG di Batam, salah satunya di Tiban Indah II.

“Dari DKPP Batam kami mendampingi, dan hasilnya semua negatif. Tapi ke depan kami akan turun lagi secara berkala guna memastikan semua bahan yang digunakan bebas dari bahan berbahaya,” ujarnya.

Langkah pengawasan ini juga sejalan dengan surat edaran Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 795/PK.03.02/D.3/10/2025 tertanggal 7 Oktober 2025 tentang Pengawasan SPPG dan Beras SPHP. Dalam surat tersebut, Bapanas meminta seluruh dinas yang membidangi urusan pangan di provinsi dan kabupaten/kota untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan segar di dapur SPPG serta melakukan pengujian contoh pangan secara berkala.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Batam juga merujuk pada surat dari Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 22086/PK.440/F/08/2025 tertanggal 22 Agustus 2025 tentang Upaya Penguatan Penyediaan dan Penjaminan Keamanan Pangan Asal Hewan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, itu, pemerintah meminta dinas di daerah untuk memastikan pangan asal hewan seperti daging, telur, dan susu yang digunakan dalam program MBG diproduksi dan dipasarkan oleh unit usaha yang telah terdaftar serta memenuhi standar keamanan pangan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update