
batampos – Manajemen PT Green Resources Material (GRM) angkat bicara terkait keluhan masyarakat RT02/RW16 belakang Kawasan industri Latrade akan debu sisa olahan material PCV yang menyebabkan masyarakat terserang penyakit gatal-gatal dan gangguan pernapasan.
Melalui Ahok, perwakilan pihak perusahaan yang dihubungi Batam Pos, manajemen klaim itu karena ada kebocoran di bagian belakangan perusahaan sehingga debu produksi keluar ke pemukiman warga. “Kami mohon maaf, kami akan segera bersihkan dan perbaiki kebocorannya,” ujar Ahok melalui pesan singkat.
Ditanya sudah berapa lama kebocoran yang dimaksud terjadi, Ahok belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara dari masyarakat yang berdampak menyebutkan, sudah hampir dua tahunan mereka terus berjibaku dengan serbuan debu produksi perusahaan pengolahan material PCV tersebut. Bahkan beberapa warga sudah menderita penyakit gatal akut yang menyebabkan kulit terkelupas.
Pasangan suami isteri Mulyanto dan Elvi yang dijumpai Batam Pos, Selasa (9/4) misalkan, kondisinya memprihatinkan, saat ini karena seluruh tubuh mereka bentol-bentol akibat kontaminasi debu serbuk olahan material PCV tersebut. Bahkan kaki Elvi sebagian sudah mengelupas dan memutih kulitnya karena sudah terlalu lama terimbas debu aktifitas produksi tersebut.
“Sampai bagian dalam semua kena. Inilah kaki saya sudah kelupas semua. Gatalnya minta ampun. Kami di sini airnya pakai tampung dan debu itu masuk juga, makanya begini jadinya kondisi kami di sini,” kata Elvi.
Sama halnya dengan Mulyanto yang sempat memperlihatkan kondisi tubuhnya yang banyak bintik akibat debu tersebut. Sekujur tubuhnya memang penuh dengan bekas-bekas luka akibat bentolan.
“Sengsara kami dibuat sama PT itu. Sudah mau dua tahun begini terus situasi kami di sini. Anak-anak semua tak sehat karena debu ini,” ujar nya.
Lurah Tanjunguncang Sutrisna Wijaya saat dikonfirmasi mengaku akan segera menindak lanjutin keluhan masyarakat tersebut ke Dinas terkait.
“Iya sudah ada laporan dari Pak RW. Kemarin katanya mereka masuk mediasi dulu dengan pihak perusahaan. Saya masih menunggu hasil mediasi mereka. Nanti seperti apa hasilnya akan kami tindak lanjuti ke Dinas terkait,” kata Lurah. (*)
Reporter: Eusebius Sara



