Minggu, 25 Januari 2026

Deteksi Dini Kanker Serviks di Batam, 40 Perempuan Terindikasi Positif

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos – Pemeriksaan dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) terus digencarkan Pemerintah Kota Batam. Melalui program skrining kesehatan gratis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 6.058 perempuan telah mengikuti tes IVA, dan sebanyak 40 orang di antaranya terdeteksi positif.

Kepala Dinkes Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa skrining ini menyasar perempuan usia 30–65 tahun yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Pemeriksaan dilakukan secara gratis di puskesmas melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang rutin dilaksanakan.

“Deteksi dini itu kunci. Kalau terdeteksi lebih awal, kanker serviks bisa dicegah agar tidak berkembang. Karena itu kami sediakan layanan lanjutan bagi yang hasilnya positif,” ujar Didi, Rabu (23/7).

Dari total peserta, sebanyak 6.015 orang mendapat hasil IVA negatif, sementara 40 orang positif dan tiga lainnya dicurigai mengidap kanker serviks. Bagi peserta yang menunjukkan indikasi kanker, Dinkes langsung merujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

Sementara untuk peserta dengan hasil positif IVA, mereka akan diarahkan menjalani tindakan cryotherapy di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk, seperti Puskesmas Sei Panas, Puskesmas Botania, atau rumah sakit mitra. Selain itu, edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi juga terus diberikan.

“Kami ingin perempuan di Batam tidak hanya diperiksa, tetapi juga mendapatkan edukasi dan tindakan lanjut jika dibutuhkan,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan dengan metode lain seperti skrining HPV belum dapat dilakukan tahun ini karena keterbatasan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Meski begitu, pihaknya memastikan program ini tetap akan berjalan begitu bahan medis tersedia.

“Begitu alat tersedia, kami akan mulai juga program skrining HPV sebagai bagian dari pencegahan kanker serviks,” jelas Didi.

Melalui berbagai langkah ini, Dinas Kesehatan menegaskan komitmennya dalam melindungi kesehatan perempuan, khususnya dalam upaya pencegahan kanker serviks yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan reproduksi perempuan Indonesia. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update