
batampos– Kekhawatiran orang tua terhadap kasus cacingan yang belakangan marak diberitakan di sejumlah daerah di Indonesia, ikut berdampak di Batam. Sejumlah warga diduga panik membeli obat cacing, hingga membuat beberapa apotek di kota Batam kehabisan stok.
Sari, warga Nongsa, mengaku kecewa setelah berkeliling ke belasan apotek untuk mencari obat cacing. Namun tak menemukan satu pun obat cacing yang ia butuhkan. “Keliling cari obat cacing, apotek pada kosong semua,” ujarnya, Sabtu (20/9).
Menurut Sari, pemberian obat cacing rutin ia lakukan setiap enam bulan sekali. Kebetulan, saat ini sudah masuk jadwal anaknya kembali mengonsumsi obat tersebut. “Saya rutin beri per enam bulan. Apalagi belakangan banyak berita anak terjangkit cacingan, jadi makin khawatir,” katanya.
BACA JUGA: Kemenkes Izinkan Penggunaan 156 Obat Sirup yang Aman, Ini Daftarnya
Hal serupa dialami Irma, warga Batam lainnya. Ia juga harus berkeliling ke sejumlah apotek untuk mencari obat cacing bagi anaknya, namun tak satu pun berhasil ia dapatkan.
“Ya khawatir saja. Terakhir kasih anak saya waktu usia tiga tahun, sekarang sudah lima tahun belum pernah lagi. Jadi butuh obat itu,” ungkapnya.
Kepanikan warga Batam ini tak lepas dari informasi yang beredar luas di media sosial maupun pemberitaan mengenai balita yang terjangkit cacingan di beberapa daerah. Informasi itu membuat sejumlah orang tua khawatir dan langsung mencari obat pencegahan.
Salah seorang karyawan apotek di kawasan Nongsa membenarkan bahwa obat cacing menjadi salah satu barang yang paling banyak dicari dalam beberapa hari terakhir. “Memang banyak yang mencari. Kami sudah minta pasokan dari suplier, tapi barangnya belum masuk,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini obat cacing dengan satu merek harus diminum 2 kali dalam rentan waktu 2 minggu. Hal itu guna mematikan cacing dan telurnya.
“Obat cacing dulu minum sekali 6 bulan. Kalau sekarang dimulinum, dua minggu lagi harus minum, untuk membunuh telur cacing juga,” tegas seorang apoteker
Hingga kini, belum diketahui kapan pasokan obat cacing di Batam akan kembali normal. Namun warga berharap distribusi segera lancar agar tidak kesulitan mendapatkan obat pencegahan penyakit yang umum menyerang anak-anak tersebut. (*)
Reporter: Yashinta



