Senin, 9 Februari 2026

Dinas KUKM Target Salurkan Dana Bergulir Rp8 Miliar, Baru Terealisasi Rp3 Miliar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Deretan UKM yang berjualan makanan dan minuman di kawasan Welcome To Batam, Batam Center, beberapa waktu lalu. Dinas KUKM bakal menyalurkan miliaran rupiah dana bergulir. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Mene-ngah (KUKM) Batam menargetkan mampu menyalurkan dana bergulir sebesar Rp7-8 miliar pada tahun ini. Namun, belum ada separuh dari target penyaluran yang digulirkan ke masyarakat hingga pertengahan tahun.

Adapun, dana bergulir ini dipe-runtukkan guna membantu permodalan pelaku UMKM di Kota Batam.

”Sesuai dengan kondisi sekarang, kayaknya Rp7-8 miliar bisa tersalur sampai akhir tahun. Mudah-mudahan ada peningkatan pada semester 2 ini,” ujar Kepala UPT Pengelolaan Dana Bergulir, Dinas KUKM Kota Batam, Zulfahri, Rabu (10/7).


Ia menyebutkan, tahun ini, Pemko Batam sebenarnya menganggarkan Rp10,5 miliar dana bergulir. Pemerintah memberikan bunga flat pinjaman sebesar 4 persen. Adapun, besaran pinjaman yang yang diberikan kepada pemohon maksimal Rp150 juta untuk usaha mikro, serta Rp300 juta untuk koperasi.

Sementara itu, soal capaian penyaluran dana hingga semester I 2024 diakuinya baru mencapai Rp3,1 miliar. Sehingga, masih ada setidaknya Rp5 miliar yang belum tersalurkan.
Pihaknya juga menyiapkan inovasi untuk mendukung UMKM dan koperasi agar kian berkembang, salah satunya melalui pendampingan dan pelatihan dari sisi manajerial akuntansi serta operasional.

”Posisi penyaluran masih Rp3,1 miliar. Tapi sudah ada 2 calon nasabah yang diverifikasi usaha dan jaminannya, lagi nunggu disposisi. Mudah-mudahan terus ada peningkatan,” ujarnya.
Zul menyebutkan, pengajuan dana bergulir ini tergantung permintaan dari nasabah atau pelaku UMKM. Rata-rata pengajuan pinjaman mulai dari Rp100 juta sampai Rp150 juta, namun ada juga yang mengajukan di bawah angka tersebut.

”Tergantung kebutuhan nasabah, karena batas maksimal pinjaman pelaku usaha mikro sebesar Rp150 juta,” sebutnya.

Ia berharap, dengan program dana bergulir ini mampu mengembangkan operasional, pengembangan produk, serta peningkatan layanan usaha mikro dan koperasi di Kota Batam.
Syawal 47, salah satu warga Batam penerima manfaat dana bergulir merasakan manfaat pinjaman lunak dari pemerintah ini. Pelaku usaha jahit di Sekupang itu mengaku lewat program ini bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar lagi.

”Alhamdulillah, sangat membantu bisa diputar lagi uangnya untuk modal usaha,” ujar Syawal saat ditemui di Sekupang.

Ia menyebutkan, program dana bergulir dengan bunga flat dan rendah tidak membuatnya keberatan untuk membayar tagihan setiap bulannya. Apalagi, bunga yang diberikan jauh lebih rendah dari suku bunga bank yang berkisar di angka 7 persen.

”Cicilan pun juga jadi ringan. Pokoknya sangat terbantu sekali lah untuk mengembangkan usaha,” tambah Syawal.

Kepala UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUKM, Arfie, menambahkan, UPTD PLUT KUKM lebih ke pendampingan dan konsultasi usaha, layanan fasilitas legalitas seperti sertifikat halal, nomor induk berusaha dan sebagainya.

”Selain itu, kita juga memberikan pelatihan umum, pelatihan digital, manajemen pencatatan keuangan, hingga pemasaran produk. Selanjutnya, di awal tahun lalu kami juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dalam hal pelatihan pada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ini,” ujarnya.

Arfie menambahkan, saat ini sektor kuliner UMKM masih jadi yang paling terbanyak di Batam. Disusul ada fashion, jasa dan pertanian yang memang jumlahnya tidak terlalu banyak.

”Terkait pelatihan, kalau sifatnya dari APBD itu gratis ada juga yang dari kementerian gratis. Tapi, kalau sifatnya kemitraan itu kadang ada juga yang berbayar tapi bukan ke kami,” bebernya.

Kepala DKUM Kota Batam, Hendri Arulan, berharap pelaku usaha mikro dan koperasi di Kota Batam dapat memanfaatkan kesempatan pinjaman lunak ini dengan sebaik mung-kin, sehingga ke depan usaha tersebut mampu berkembang serta naik kelas.

”Mari gunakan kesempatan ini dengan baik, jujur dan bertanggung jawab. Gunakan sebaik mungkin bantuan pinjaman bunga ringan ini dalam membangun dan mengembangkan modal usaha,” ujarnya.

Hendri menyebutkan, hadirnya pinjaman dana bergulir ini semata-mata untuk membantu pelaku usaha mikro dalam hal permodalan. Memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan bunga sangat rendah serta tempo waktu cukup lama. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Update